17 Desember 2010

Quote of The Day

"bagi gue, pernikahan adalah memilih teman seumur hidup. Ketika sudah tua nanti, ketika rasa cinta yang menggebu seperti saat ini sudah mulai pudar, ketika kami berdua sudah mulai keriput, yang tersisa hanya gue dan Endah yang mengobrol layaknya teman lama"

by Rhesa (Endah N Rhesa) - for HAI Magazine

4 Desember 2010

kawans..

Dia..
temanku sejak 11 tahun yang lalu,dari SMP ampe SMA dia tetap jadi sahabat baikku.Bahkan setelah kami terpisah sewaktu kuliah, dy tetap menjadi sahabat baikku.
Dia..
paling tinggi diantara kami semua. mungkin karena tingginya itu, dy yg paling menonjol.
Dia..
yang ngajarin aq mathematika, kimia, fisika, apapun yg berhubungan dengan exact dy selalu menjadi no.1 diantara kami..
Dia..
dibalik umurnya yg paling tua diantara kami, ternyata kechildish-an nya ga kalah sama kita2 fufufufuu..
Dia..
pathner in crime ku jaman dahulu :P
Dia..
tempat yang enak buat jadi sasaran curahan hati.. :D
Dia..
orang yang paling sabar..
Dia..
orang yang paling cengeng diantara kami..
Dia..
selalu dapat diandalkan ketika aq terlantar.. fufufuu..
Dia..
ahh..sudahlah...dy salah satu sahabat terbaik yang aq punya,,




Dan Dia..
yang selalu aq sebut2 diatas..sekarang..hari ini memulai babak baru dalam hidupnya.
iyya..hari sahabatku Alfinia Azizah akan menikah.
Selamat berbahagia kawan, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawardah warrohmah.. amin..

PS : Alfinia yang paling tinggi difoto :D

22 November 2010

Hidup Tenang



Majikan yang baik adalah yang bisa mendidik pembantunya menjadi lebih baik lagi. Betul tidak sih? Tapi yang jelas, pembantu saya yang bolot itu akhirnya mulai bisa mengerti cara kerja yang saya inginkan.

Ah, senangnya ....

Makan selalu dihabiskan. Mencuci piring menunggu saya selesai masak dulu supaya tidak bolak-balik bikin pusing. Kamar mandi selalu bersih dan wangi. Tidak terlalu banyak mengoceh tak penting dengan suaranya yang cempreng. Tidak setiap saat mengeluh hendak pinjam uang. Melipat mukena sehabis disetrika dengan benar. Menghamparkan seprei lebih dulu di atas alas setrikaan agar sekaligus tersetrika dengan rapi. Mengerti suhu panas setrika yang ada di tombol putarnya. Dan lain-lain. Dan lain-lain.

Dan ia belajar memasak dari saya.

Saya mungkin bukan majikan yang baik. Tidak sebaik mendiang Ibu yang baik dan tidak galak. Saya langsung menegur dan bersikap tegas kalau ada yang bikin kacau. Tapi toh pembantu saya tetap bilang pada orang-orang bahwa saya itu sebetulnya baik. Kalau saya tegas itu cuma soal kebiasaan karena dulu jadi boss di kantor. Begitu ia bilang pada mereka.

Hidup saya agak tenang sejak pembantu bolot saya menjadi sedikit pintar. Hahaha.


gambar dari sini

16 November 2010

Dear cupcakes,
as i wrote this to you,
and share this to everyone,
you want to know what's on my mind?

one thing,
the fact that : i miss you quite terribly,
and it will still be like that,
till someday, you and i, we, have the chance to do that,

and i will turn out missing you so badly and terribly,
the way that i can not resist,
in every single day,
and every single night.

i love you.

6 November 2010

So Empty



Saya tak mengira. Ternyata tanpa Ibu rasanya terlalu sakit. Lebih sakit dari patah hati yang terparah sekalipun. Lebih sakit dari rasa terhina. Lebih-lebih sakit dari segala pahit.

Seolah-olah ada lubang besar dalam hati dan tak akan terisi lagi. Seperti tak ada tempat berpegang, tercerabut dari akar. Melayang tak tentu arah.

Tiba-tiba saja muncul sesal yang besar bersama jutaan hal yang ternyata belum sempat ditanyakan.

Di rumah sakit mana aku lahir, Bu? Betulkah hari Selasa? Bagaimana cara membuat sup kacang merah? Kenapa Ibu jatuh cinta pada Ayah? Puasa sebelum Idhul Adha itu boleh tiga hari saja kan? Sholawat yang Ibu ajarkan waktu aku kecil itu buat mendoakan apa?

Ah, Ibu... begitu banyak yang belum sempat ditanyakan.

Sore ini kangen yang membuncah membawa saya ke makam Ibu. Makam yang tanahnya masih merah dan basah oleh hujan. Yang nisannya masih berupa kayu seadanya dan taburan bunganya belum mengering.

Benarkah Ibu yang terbaring di dalam sana? Ibu, yang setiap sore duduk di beranda bersama Ayah dan kucing-kucing?

Lalu kekosongan itu datang seperti kabut yang membuat sesak. Saya sudah tak punya Ibu. Perempuan piatu yang terisak sendiri dalam gerimis di depan makam itu.

Kosong. Kosong. Tanpa perempuan yang pernah menghadirkan saya ke dunia ....

4 November 2010

Bukan warkop DKI



Ujung sayap pesawat terlihat jelas. Ini saatnya, sebentar lagi pesawat mendarat. Kenapa keringat di tanganku tak mau berhenti? Huuffff.....Debar ini menyebalkan, membuat seluruh badanku sering merinding tiba-tiba.Tapi rasa ini juga menyenangkan.Ahahaha seperti abg jatuh cinta ah!

Tak kukira Hang Nadim sebesar ini. "rrrrrtttt rrtttt".... nomor dia

"Yeees?"
"Sayang, kamu udah nyampe?"
"Udah  hihihihih.deg-degaaan!"
"Hahahahaha! me toooo. Can't wait"

Ok,this is it.Apakah adegan berikutnya akan seperti di film-film Korea yang romantis lebay itu?
Cuma beberapa langkah lagi kepintu keluar.Pengen pipiiiis!

Seketika waktu seperti berhenti, semua manusia berwarna hitam, kecuali dua anak manusia yang sedari tadi bersusah payah mengatur nafas biar tidak mati berdiri karena grogi. Mereka berwarna merah muda, warna cinta..katanyaaa.

Dua pasang mata saling memandang, terpaku. Semua aksara tak penting lagi. Rasa ini tak perlu dikatakan.Tak perlu  bertanya kamu pakai baju apa,aku pakai baju apa. Karena ini bukan film warkop DKI dimana Dono harus memakai mawar di bajunya agar si calon jodoh mengenalinya. Ini tahun 2010, jamannya gelombang elektromagnet memegang kendali. Cuma butuh sekian detik untuk gelombang kami saling menemukan. Dia disana.Setelah ratusan jam komunikasi telepon, ratusan email, ribuan jam percakapan lewat YM. Akhirnya airmata itu, tawa itu, khayalan itu, mengantarkan aku kesini, dan dia disini.

"Hai"

Suara itu..... Walau kini aku mendengarnya lewat medium udara, rasanya tetap sama. Suara itu memunculkan rasa mendesir yang menyenangkan.

"Hai"
"Selamat datang di Batam"
dan dia mencium keningku.

Tuhan....tolong..hentikan waktu. Pliiiss


"Krrriiiing!"

"yeees?"
"yang, kok belum pulang? si kei nangis terus, waktunya makan siang dia kaan?"
"O iya hahaha! soryy ayaah, selesai siaran aku langsung nge-blog, keasikan hehehe.Iya aku langsung pulang"

ok folks, back to reality, dan tentang cerita diatas, it's true by the way, nyata ngayalnya! hahaha

gambar dari sini

1 November 2010

Kata Bang Juki

Kata Bang Juki
"Mentawai baru ada beritanya karena itu kan jauh pulau itu. Ya, pulau kesapu sama ombak besar kesapu tsunami mungkin konsekuensi orang yang tinggal di pulau lah,"

Saya pun iseng melancong ke sebuah forum yang memberikan tanggapan pada pernyataan Bang Juki diatas, tapi cuma yang lucu-lucu aja yang saya kutip yaa

Ewin
Orang ini pastinya TIDAK DILAHIRKAN TAPI DIMUNTAHKAN ... ckckckckckckc

Juki Dodol 
Masa si Ruhut yg minta maaf? Loe gak punya biji? Gak berani minta maaf?? Ngomong udah kaya kentut.. Prrrreeeettt...!! Kalo ngomong didepan gua, udah gua tembak mati ditempat loe!! Wakil rakyat *! 

KOMENTAR : hauauahuaah! ya oloo kasian biji nya Bang Juki disebut-sebut hahahaha



Marzuki Allie
Wahai kalian semua, ngga usah heran dengan komentar saya ini. Itulah resiko kalian tinggal di Indoneisa, untuk mendapat komentar seperti ini. Kalo ingin mendapat komentar cerdas dari ketua DPR-nya, keluar aja dari WNI. ngaaaaaartiiiiii!!!  

Anne mau insyaf
otaknya ketinggalan dikamar mandi 

Aku aku aku
Maaf pak..kl boleh tau bpk sedang bicara atau kentut ya ?..  

Cepot
gw santet jg nih org 

KOMENTAR : Tak bisa dipungkiri bahwa masyarakat kita memang masyarakat mistis. Serem mak jaang gayayagayaga


Marjuki Alie wuedian
hahahahaha pindahin aja gedung dpr di pinggir pantai!!!! atau didkt gunung merapi sekalian!!!! ali... ali..... ngomong seenak ndase d*!!! arep tak suek opo cangkemu!!!  

KOMENTAR : Untuk saran yang ini saya setujjuuu banget! pindahin aja!


Jagoan Pasar
marzuki ali berantem yuk!!!.

KOMENTAR : uhauhauaha serem iiih bawaannya beranteem


Baiklah sodara-sodara, demikian keisengan ini saya buat. Semoga bisa menjadi hiburan di kala patah hati *ditimpuk golok*



31 Oktober 2010

The Cozy Corners







Voila! Look at the corners of the house that I dreamed ^^

picts from
here

30 Oktober 2010

J.A.T.U.H




Dear heart, you fallen in love too much!!stop it!!

apakah kalian pernah jatuh cinta #StupidQuestion
beberapa hari ini, aq diberondong dengan beberapa cerita kawan yang sedang jatuh cinta..what i feel?? excited!! memang sey bukan aq yang lagi jatuh cinta, tapi mendengar cerita2 mereka aq jadi ikutan senang..rasanya kaya flashback. #eaaa :))
dan kebetulannya lagi mereka2 yang cerita ke aq ini, mempunyai 1 kesamaan, sama2 intens bertemu di dunia tidak nyata *nahh lho..* :p

pasangan pertama, aq panggil mereka om dan tante,
ketemu di dunia tidak nyata, intens berhubungan di dunia tidak nyata,feeling berkembang di dunia tidak nyata, dan akhirnya semakin mantab di dunia nyata!! dan sekarang mereka menjadi pasangan yang lucu menurutku :)
pasangan kedua, aq panggil mereka, abang dan... *bingung mw manggil apa* :p
ketemu di dunia nyata, intens di dunia tidak nyata, feeling berkembang di dunia tidak nyata, dan akhirnya mulai saling membutuhkan di dunia nyata!! bagi aq, abangku yg satu ini memang sudah seharusnya memulai hubungan yang baru lagi, biar ga #geje mulu' :p
and last, pasangan ketiga, aq manggil mereka abang mat dan nu naroh
ketemu di dunia tidak nyata, intens di dunia tidak nyata, bersahabat setelah sekian tahun, dan akhirnya persahabatan mereka menjadi cinta *tsahh.. :D

melihat atw mendengar mereka bercerita rasa2nya aq jadi kangen jatuh cinta (lagi) *padahal tiap hari juga jatuh cinta* fufufufuu.. :D
ahh sudahlah..buat sekarang leppie, handphone, modem adalah pacarku yang setia ^^
Dear heart, you stronger than i imagined, adore you :')

PS : gambar diambil dari sini

23 Oktober 2010

heart - mind




Dear heart..
bukankah kamu bilang ruang ditempatmu lagi kosong??makanya aq menyuruhnya mengisi ruang itu supaya kamu ga kesepian..

Dear kebvo..
hati yang kamu suruh ketempatku ternyata menyenangkan..kami sering ngobrol bersama.. :)

Dear heart..
ada apa denganmu??kenapa tiba2 kamu memerah tiap kali mendengar namanya??bukankah dy cuma teman ngobrol biasa??

Dear Kebvo..
hati itu menyenangkan..sangat menyenangkan..tiap kali bertemu dengannya..berbicara dengannya..aq merasa lebih bersemangat..entahlah.

Dear heart..
jangan..jangan dengannya..apakah kamu tau kalo dy sangat baik??jangan..kamu tidak pantas..

Dear kebvo..
salahkah??tapi ruang ditempatku terlanjur penuh dengan derai tawanya..dan aq suka

Dear heart..
kalo dy sudah terlanjur tinggal..berilah dy ruang yang sempit..agar hati yang laen masih bisa mengunjungimu sesekali..

Dear kebvo..
Ruang yang sempit itu sudah kuberikan kepadanya..dan dy masih tetap tersenyum padaku.. :')


PS : gambar diambil dari sini

19 Oktober 2010

Gebetan Baru


Ehm, Kenzo... kenalin, ini Lee Min Ho.
Saya cuma mau bilang, saya lagi suka sama cowok ini. Boleh kan? ;)

12 Oktober 2010

10.10.10

If you think about it, your favorite memories,
the most important moments in your life...
were you alone?
Life's better with company.

[
Ryan Bingham: up in the air]


Mungkin ini hanya perasaan sentimentil belaka
Mungkin ini hanya karena tanggal yang diistimewakan semua orang
Dan mungkin ini hanya sekadar pengaruh matahari sore yang terlihat sangat cantik
Dengan langit biru yang bersih, ditambah dengan warna-warni alam yang terlihat lembut
Atau mungkin ini karena hanya ada aku dan kamu selama 50 menit
Tanpa banyak bicara dan sibuk dengan pikiran masing-masing
Aku yang sibuk menikmati hembusan angin dan menikmati matahari sore itu
Dan kamu yang yang sibuk dengan pikiran entah-apa-itu

Mungkin sore itu adalah suasana yang tepat tapi dengan orang yang salah
Karena bukan dengan kamu lah aku seharusnya menikmati sore itu
Dan bukan aku orang yang kamu cari selama ini
Pada akhirnya hubungan kita berdua hanya sebatas ini
Tidak lebih dan tidak kurang

Walaupun begitu, kalau suatu hari kamu telah menemukan pilihanmu
Pada hari itu tiba, aku harap aku siap untuk melepaskanmu kepada siapapun dia
Kalau aku yang lebih dulu menemukan pilihanku
Mungkin itu menjadi hari yang membahagiakan dirimu karena adik kecilmu ini sudah memiliki orang lain untuk berbagi.

5 Oktober 2010

That Evil Circle

Kali ini saya mau cerita tentang dua orang perempuan yang besar di tengah latar belakang yang sangat berbeda. Yang satu bernama Sumarni, satu lagi bernama Widi.


Biar saya cerita dulu kehidupan Sumarni.

Sejak kecil dia diasuh oleh neneknya yang cukup mapan untuk membiayai dia sekolah. Tapi sang nenek rupanya sangat kuno sehingga ia berpikir bahwa Sumarni tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena toh ia akan jadi ibu rumah tangga yang lingkup kerjanya hanya di sumur, dapur dan kasur. Yaa bisa baca dan tulis saja cukup laaah. Yang penting Sumarni terampil dalam urusan domestik. Alah bisa karena biasa. Sumarni terampil sekali dalam urusan "keputrian". Dapur adalah singgasananya dan rumah adalah kerajaannya.

Seperti juga perempuan Jawa lainnya, Sumarni dibesarkan dengan doktrin Manut. Jadilah Sumarni perempuan yang sangat manut. Terhadap apapun. Neneknya dan pola didiknya yang membelenggu, terhadap suami, terhadap lingkungan dan terutama terhadap nasib. Rasa nrimo Sumarni menjadi sangat tinggi. Ia seperti sudah menyerahkan diri pada hidup karena cuma cara itu yang ia tahu. Karena dibesarkan dengan penuh pembatasan, jadilah Sumarni perempuan dengan pola pikir serba terbatas. Punya banyak sekali ketakutan, kekhawatiran dan ini berimbas buruk pada anaknya. Ia mengulang  siklusnya. Sang anak yang sangat berprestasi dalam olahraga dilarang untuk mengikuti berbagai lomba diluar daerah mereka tinggal. Ini itu dilarang padahal anaknya punya potensi besar untuk jadi aset daerah. Lagi-lagi soal pembatasan. Karena cuma itu yang Sumarni tahu.



Ok, sudah cukup soal Sumarni, sekarang saya mau cerita tentang perempuan kedua. Namanya Widi.

Ia dititipkan pada saudara yang ningrat kaya karena ibunya terlalu miskin untuk membesarkan tujuh anak sepeninggal suaminya. Karena tinggal menumpang orang, widi harus tahu diri. Cita-citanya menjadi penyanyi harus ia kubur dalam-dalam karena induk semangnya cuma ingin ia belajar, bukan bernyanyi.

Seperti juga Sumarni, Widi pun mengalami banyak pembatasan. Ya jatah makan, ya jatah keluar rumah untuk bermain, dan lain-lain.  Tapi dasar Widi anak yang tak mau dibatasi. Diam-diam ia ikut lomba bintang radio dan menang! sejak itu ia jadi populer di sekolah. Widi sang primadona. Tapi ia tahu, cita-citanya cuma bisa sampai disitu. Tak ada gunanya menyulut kemarahan sang induk semang yang selama ini sudah banyak berjasa menyelamatkan ia dari kemiskinan dan membuat ia bisa sekolah. Widi pun tak lagi bernyanyi didepan orang banyak. Cuma dikamar mandi saja ia masih bisa sedikit bersenandung. Senandung lirih....
 
Dalam senandungnya widi berjanji, apapun yang terjadi pada masa depannya, jika pun nanti ia punya anak, anaknya tidak akan merasakan apa yang ia rasakan. Dibatasi itu tidak enak. Dipaksa mengubur potensi diri itu menyakitkan.Cukup sampai dirinya.


Sumarni adalah ibu mertua saya dan Widi adalah mama saya. Merasa familiar dengan potret hidup mereka berdua?  

Lewat tulisan ini saya cuma mau bilang , Lingkaran itu ada, siklus itu sudah terlanjur bergulir. Tapi pilihannya ada pada kita. Mau putuskan lingkarannya atau teruskan siklusnya?

3 Oktober 2010

what so called olimpiade

Maybe we have to break everything to make something better out of ourselves.
Chuck Palahniuk


Demi pertandingan pertama setelah setahun penantian!
Demi tiga anggota lama yang sudah pensiun, bersama mereka meraih perunggu tahun lalu!
Demi tujuh anggota baru yang penuh dedikasi, mari kita tunjukan semangat dan yang terbaik!
Demi futsal yang sangat amat gue gilai, terimakasih telah diberikan kesempatan untuk bermain selama dua tahun terakhir ini!
Demi lawan gue nanti hari Senin, ini seperti final yang dimajukan!
Dan demi diri gue sendiri yang saat ini kaki kiri gue masih sakit, gue akan menerjang tembok imajinasi ini!

“Frontman, never fear and never give up!”
-unknown


Bismillah....

2 Oktober 2010

Ingin Jatuh cinta (lagi)


And I hope you find it,
What you're looking for
And I hope it's everything you dreamed your life could be
And so much more
And I hope you're happy, wherever you are
I wanted you to know that
And nothing's gonna change that
And I hope you find it
(Miley Cyrus--I Hope You Find It)

********

2 minggu yang lalu saya merasa sekeliling saya runtuh. Eh...bukan ding yang benar adalah sebaliknya, saya yang runtuh dan sekeliling saya baik-baik saja. Menangis 1 em..2....mm...3 malam tepatnya.

Patah hati. Hal yang paling membuat saya malas merasakannya. 1715 hari bersama lalu berhenti. Sakiiiiiiiiiiiiit banget rasanya ya...sesak nafas, kayaknya semua cadangan oksigen di sekitar kita mendadak menipis. *oouch*

Diawali dengan senyum bahagia, diakhiri dengan senyum bermimik muka sedih. Tak apalah yang penting sama-sama senyum sambil melepas tangan satu sama lain...Pweeh...dadaaaah.... :P

Saatnya kita menjadi aku dan kamu, bukan lagi kita. Sekarang semua diatasnamakan kenangan yang dengan tegas aku menolak untuk melupakannya, tapi mengenangnya. Jadi buat kamu yang di sana, jangan pernah paksa aku untuk melupakannya ya. Karena pernah bersama kamu tidak pernah aku sesali sedikitpun. Kamu pernah sangat membahagiakanku :).

Satu yang mau saya pinta sama Tuhan kali ini, "Tuhan, Ijinkan saya merasakan jatuh cinta kembali" :)

15 September 2010

Acar Kuning


Bu, Retno memasak acar kuning hari ini. Mentimun dan wortel yang ada di kulkas sejak Ramadhan terakhir kemarin. Ibu ingin memasaknya untuk buka puasa, tapi tak jadi. Sayur kacang dulu saja, kata Retno. Ibu menurut saja.

Ibu ingin makan dengan acar kuning ya, Bu? Ini Retno buatkan untuk Ibu. Mungkin agak terlalu asin karena tetesan air mata yang jatuh ke bumbunya. Ibu terbaring saja tak bergerak di ranjang rumah sakit itu. Lalu bagaimana acar kuningnya? Bukalah matamu, Bu. Jangan diam tak bergerak begitu. Apa Ibu tidak mau merasakan acar kuning paling enak yang pernah Retno buat? Yang lain sudah mencicipi dan bilang begitu.

Bu, bangun, Bu. Lalu acar kuning ini untuk siapa? Ini Retno buatkan untuk Ibu, bukan untuk yang lain. Retno menyesal mencegah Ibu memasaknya waktu itu. Mungkin Ibu sedang ingin acar kuning, tapi mengalah padaku.

Ini acar kuning yang dibumbui penyesalan dan permohonan maaf. Retno menyesal selalu menyusahkan Ibu. Retno selalu menentang Ibu. Membantah dan memberontak. Maafkan Retno, Bu. Jangan hukum Retno dengan cara seperti ini. Jangan mengabaikan Retno dengan diam saja begitu.

Buka matamu, Bu. Tolong lihat Retno sebentar saja. Ini anakmu yang paling menyusahkan itu hendak memohon ampun padamu. Tolonglah jangan kemana-mana. Tetap bersama kami. Retno janji tidak akan pernah menyusahkan Ibu lagi.

Acar kuningnya Retno simpan di kulkas ya. Berharap ada mukjizat Ibu pulang ke rumah besok lusa. Dan suara Ibu yang nyaring dan ceria itu membahana lagi di rumah ini. "Ini acar dari mana?" Pasti Ibu akan berseru begitu saat membuka kulkas. "Retnoooo.... kenapa acarnya tidak dipanaskan!"

Ibu, ternyata Retno lebih memilih Ibu yang cerewet dan wara-wiri terus itu, daripada hanya diam begitu. Retno kangen Ibu. Kangen suara Ibu mengomel meski untuk hal-hal sepele.

Ibu, please cerewet lagi saja. Asal Ibu baik-baik saja.

_______________________

Ibu saya selalu memanggil saya 'Retno', nama jelas saya. Itu artinya permata, katanya.

14 September 2010

hell[o] september



as my memory rests but never forgets what I lost
wake me up when September ends


september kali ini...aq merasakan kerinduan..merasakan kehilangan..merasakan dicintai..merasakan kebahagiaan.. #perfect
dimulai dari awal bulan..saat merasakan harus kehilangan seseorang yang hampir setahun memenuhi 1/2 ruangan hati..i know it will be happen but it still hurt..dan setelah menangis semalam di bus disertai kejedot akibat ketiduran aq dinyatakan sembuh 75%..
dan karena itu juga..janji itu tidak kembali ke kota itu terucap.. *ahh..jujur aq nyesel..karena kota itu selalu ngangenin buat aq.. :(
september kali ini juga..akhirnya aq pulang ke rumah..rumah yang sudah beberapa bulan aq tinggalkan akibat #ngebolang sana sini..sungguh..rumah adalah tempat ternyaman sekarang...
september kali ini..aq bisa berkumpul bersama keluarga lagi..suatu momen yang sangat langka buat saat ini..
september kali ini..aq berusaha memaafkan..dan memaksa dimaafkan oleh orang2 #Eh XD
september kali ini..aq merasakan indahnya bernostalgila (kembali) dengan teman2 kuliah..
september kali ini..aq siap menjadi jobseeker (lagi)
dan di akhir september kali ini..aq siap mendengar berita buruk (lagi)
ahh...pokonya...september ini...AQ PADAMU LAHH.. #Geje :p

PS : september ini aq pulang ke 'rumah' ini lagi..mohon maaph lahir batin ya buat penghuni oldman..maaph kebvo ini jarang pulang.. #Sungkem

9 September 2010

Jujur

"If you look for truth, you may find comfort in the end; if you look for comfort you will not get either comfort or truth only soft soap and wishful thinking to begin, and in the end, despair."— C.S. Lewis 
---
Prolog untuk saya dan kamu. Yang dinamakan kita.
Yang sedang transisi ke dunia asing. Sesuatu yang asing tapi kita paham rasanya.
Cuma kamu dan saya yang mengerti.

Kepada mereka yang membaca, maka saya perkenalkan dia.
Yang suaranya bisa membuat saya trance. Mirip psikotropika.
Kenapa disini, karena disini ruang rahasia kita. Ruang bisik-bisik, yang letaknya dibawah tanah.
Satu meja dengan kartu berserak, lembar-lembar rahasia kita, botol bir dan abu rokok saya.
Lalu ada sofa merah, tempat kalian duduk, mendengarkan cerita saya.
Kadang cerita kami. Kadang saya hanya berdiri di ujung mengamati kalian bertukar cerita.
Memperhatikan saja.

Tapi gadis ini lain.
Dia bisa membuat saya, yang biasanya murung di pojokan. Menjadi tiba-tiba aktif bicara dengan kalian.
Meletakkan botol bir, dan sisa rokok, lalu terus mengoceh sendiri.

Ahya, saya lupa, dia suka pakai pita.
Dan dia cantik, menarik, pintar, bijaksana, dan semua itu jaman sekarang dirangkum oleh anak muda dengan kata ; lucu.

Dia bukan dokter, bukan psikolog, tapi punya efek menyembuhkan.
Percaya? tidak percaya? nanti ya, kalian coba sendiri kalau sudah kenal betul.
Satu dua kata-katanya, bisa bikin demam hilang, pusing lenyap, malaria lari, diganti penyakit rindu.

Tapi tunggulah sampai kalian lihat senyumnya. wah.. bisa jadi kalian akan berebut dengan saya, untuk lari kesana, lalu kita akan jadi orang bodoh yang berbaris di luar kantornya, sekadar ingin melihat dia berjalan dari parkiran dan tersenyum kepada kita.
Yang mungkin akan kita balas dengan wajah melongo, dan mungkin sebagian yang sudah sadar, akan mengusap mata, tanda tak percaya, ada senyum  yang begitu di bumi ini, di tahun 2010 ini.

Hari ini, saya membuka prolog saya dan dia, ralat, maksud saya, prolog kami.
Si gadis berpita dan saya. Si tukang jeep.
Setelah semalam saya menandaskan epilog kepada si pipi merah.
---
Janji kami cuma satu ; jujur.

22 Agustus 2010

selamat datang cinta (?)


Kepada dia yang jabatan tangannya erat, lekat
dan senyumnya yang terus terbayang.

Kepada dia dengan lengan kokohnya,
dan aku selalu suka bentuk hidungmu yang manis.

Kepada dia yang selalu berlaku gentle dengan attitude prince charmingnya,
aku selalu sayang kamu apa adanya.

*
Di antara ketiganya,
Berada dengan yang nomor dua rasanya seperti sedang bersama sahabat lama yang kembali pulang setelah belasan tahun tidak bertemu.

Berada dengan yang nomor tiga rasanya seperti adik kecil yang dimanjakan oleh seorang kakak penyayang.

Berada dengan yang pertama, walaupun hanya kilasan beberapa detik tetapi perasaan ini pun tidak sanggup aku namakan.
Dan segampang itu aku terpikat...

13 Agustus 2010

Half of One

"One's not half of two; two are halves of one."— E.E. Cummings.
---
Karena kita pernah jadi satu san, karena kita pernah bernafas seirama, karena wangimu pernah menempel lekat di baju. Dan terlebih, karena kita sekarang adalah dua.
Untuk itu tulisan ini ada.

Untuk mengingatkan aku, mengingatkan kamu, apa sekarang kita. Untuk menjadikan pertemuan demi pertemuan bukanlah waktu yang tepat untuk memulai pertengkaran dan sengketa. Karena ketika aku diam dan kau menangis, bukankah itu menyakiti cinta. Apa yang pernah kujanjikan, apa yang pernah kau berikan.

Kita pernah bertukar kenangan, berjauhan untuk waktu yang lumayan, hitungan bulan. Tapi rasanya tidak sejauh sekarang, ketika bahkan aku, masih menginjak tanah yang sama denganmu. Pulau yang sama. Merasakan hujan yang sama. dan mungkin menikmati kemacetan yang sama. Tapi jauh, kau ada di ujung lorong, hanya memandangiku. Tidak mengulurkan tangan, tidak melambai, tidak mengusir jauh-jauh.
Diam saja, bisu. Seperti robot.

Mereka mencintaiku yang mencintaimu. Aku yang dulu. Kau yang dulu. beberapa bulan yang lalu.
Kau yang sekarang, berubah seperti kompas mencari utaramu. Kadang aku, kadang bukan aku.
Coba sesekali, rasakanlah aku. Jadilah aku, sehari saja.

Aku yang sekarang san, melihatmu saja bisu. Aku ingin menyenangkan mamamu, papamu, semuanya.
Tapi aku minta kau coba lagi jadi aku. Sehari saja. Di hari itu.
Dan dengarkan aku, dengan serentetan ucapanku, yang mana merupakan dialogmu,
dengar saja.
Lalu pandang aku, dan ucapkan cinta.
Bisa?

12 Agustus 2010

James Dean

"I have no faith in human perfectibility. I think that human exertion will have no appreciable effect upon humanity. Man is now only more active - not more happy - nor more wise, than he was 6000 years ago."— Edgar Allan Poe 
---
Karena sore ini adalah sore yang sempurna untuk menceritakan kamu.
Kamu yang telah memberikan saya rasa berdebar yang aneh. Yang membagi malam dan siang bersama.
Kamu yang membuat saya merasa muda. Seperti menjadi James Dean kembali.
Karena kamu, semua sore jadi sendu. Dan malam benar-benar kutunggu.

Ini bukan cuma ucapan terimakasih. Bukan tentang pernyataan yang belum bisa kuungkapkan.
Ini tentang rasa, yang selalu menyerang ketika kamu hadir. Tentang segala hilang kata dan keringat dingin tiba-tiba ketika mendapati percakapan kita menjadi ungkapan hatiku untukmu.
Tentang semua dead air di telefon.  Tentang cemburu diam-diam dan kehati-hatian.

Hanya tentang kamu.
Sesederhana itu. Kamu yang rumit dan susah dimengerti, membuat sore ini sempurna.
Sempurna seperti hujan yang dinikmati perlahan dari dalam cafe yang menyajikan coklat hangat.
karena kamu dan aku, bukanlah apa yang kita rencanakan.
Karena ini adalah angan-angan. dan masih sebatas itu.
Karena rasanya begitu nyata, menyentak, hingar di kepala, derap di jantung.

Tentang kamu, selalu ada cerita. Cerita-cerita kuku berwarna, cerita-cerita yang tidak mau aku lewatkan.
Istimewa, harusnya itu yang dijawab ketika pertanyaannya siapa kamu untukku.
Karena masa depan bukanlah rancanganku dan rancanganmu.

Sekali lagi tentang kamu. The complete you, to complete me.
Jadilah seperti apa adanya kamu saja, karena kepada dia aku sudah jatuh.
Berubahlah suatu saat nanti, ketika era berubah, ketika uban tumbuh, ketika sudah ada kerut di ujung mata.
Jadilah lebih dewasa suatu saat, ketika anak-anak sudah mulai belajar bicara.

Sementara ini. Jadilah masa mudamu.
Karena masa mudaku sudah jatuh kesana.

27 Juli 2010

Anak kecil


Suri.....kamu lucu banget sih... :)
********

Enak memang jadi anak kecil.
Melihat semuanya lebih sederhana.
Memutuskan segalanya lebih sederhana.
Cepat dan benar-benar mengandalkan feelingnya yang memang seringkali lebih benar daripada kognitifnya. terutama kognitifnya orang dewasa.

Ketika dewasa semuanya terasa lebih rumit.
Terlalu banyak pertimbangan. Males.
Capek.


Yeah, i'm burnout ! huaaaarrrgggh.....! haha...ya sudahlah....! :D

26 Juli 2010

Harusnya Rahasia

In your majesty, You create differences.
In my arrogance, i question your wisdom.
In your mistery, You create temptation.
In my inferiority, You make me more than i am.

so here i am.



Surrender me in the agony of your love.
Surrender me in the irony of your law.
Lead me to the joy of love redivined.
Teach me how to love You more.

a quote from cin(T)a.
---
Saya kurang pintar berbohong. Saya tidak pandai mengingat.
Kamu, mengingat semuanya. Dan melakukannya dengan sempurna.
Saya menahan diri, dan kadang menjadi begitu tertutup.
Kamu, terbuka dan kadang begitu kompleksnya.

Saya suka kamu apa adanya.
Begitu saja. Tanpa alasan apapun.
Tanpa tekanan apapun.
sekali lagi. tanpa tekanan apapun.

21 Juli 2010

My Cute Voice (Pret!)




Denny jelek itu bilang suara saya kayak suara ABG! Huh! Iya gitu? Akhirnya dengan rasa penasaran yang akut, saya mengadakan survey.

Enno: Rez, kalo ditelpon suara gue kayak gimana?
Reza: Ha? Ya kayak suara lu lah, cempreng gitu
Enno: Lu emang monyet!

Berikutnya survey beralih kepada teman sepermainan (baca: teman gaul).

Enno: Eh Don, suara gue ditelpon gimana sih? Merdu kan ya? (hihihi)
Doni: Beuh, suara lu merdu no! Semerdu suara Desi Bebek, pacarnya Donald! Hahaha
Enno: Dasar kodok buduk!

Barangkali kalau tanya teman cewek, jawabannya lain.

Milla: Emang napa sih nanyain suara lu kayak gimana?
Enno: Adek gue bilang suara gue kayak ABG
Milla: Hahaha... ya terimain aja, emang lu mau operasi pita suara gitu?
Enno: Jadi... jadi... suara gue kayak ABG ya?
Milla: Kayak anak kecil
Enno: HUAAAA.... lebih parah!!!

Tapi dulu, lagi jamannya jadi breaker alias radio amatir, yang namanya Rosa ngetop! Wooo... itu nama udara saya tuh! Suara saya katanya seksoy hahaha (Jadi inget Popi). Tapi kata bokap saya yang ahli radio (radio perang buat tentara ya tapi), distorsi suara di radio dan di telpon itu beda.

Jadi, suara saya cuma terdengar seksoy di radio? Ah, jadi penyiar aaaah........
hihihi...

Dulu pernah gara-gara suara imut ini (huhuhu), temen sepupu saya kecele berat waktu telpon ke rumah.

Temen: Halo, Tyas ada?
Enno: Ada. Ini dari siapa?
Temen: Dari Rio
Enno: Oh, tunggu ya. Tyas masih di kamar mandi tuh.
Temen: Ini siapanya Tyas?
Enno: Saya sepupunya.
Temen: Namanya?
Enno: Enno
Temen (berdehem-dehem nggak jelas): Kelas berapa? SMA atau SMP?
Enno: Ha? Saya sudah kerja kok, Mas
Temen: Masa sih? Suaranya imut gini sudah kerja. Bohong yaaa.... ngaku-ngaku sudah besar biar boleh pacaran yaaa?

Lalu malamnya dia datang ke rumah, mau mengembalikan buku sama sepupu saya itu. Eh, minta ketemu sama 'sodara lu yang namanya Enno. Masih abg ya?'
Tyas manggil saya dan...... jreng!!!
Temennya melongo melihat 'si anak SMP' itu. Hahaha.

Suara ini kutukan apa bukan ya? Tapi kayaknya saya malah senang punya suara imut begini. Hihihi. Biar awet muda, kata camer saya, Mr Sianipar Senior.
Aha, dibelain kan? :D

__________

foto dari sini

16 Juli 2010

Mockingbird

I came from a very tough neighborhood. Once a guy pulled a knife on me. I knew he wasn't a professional, the knife had a butter on it. - Rodney Dangerfield.
---
Kamu pergi. Dia datang.
Kamu memilih dan mengatakan saya tidak perlu repot memikirkan kekuatiran saya.
Dia disana, mendengar saya bercerita tentang kamu.

Kita berdua. Kamu demam. Dia mengirimi saya pesan pendek.
Kamu menarik saya mendekat. Supaya berbaring bersebelahan. Supaya kamu bisa dekat dengan dagu saya.
Saya tahu itu. Hanya pura-pura bodoh.
Pesannya kamu baca. Saya pura-pura tidur.
Call log nya kamu lihat. Saya lihat, hanya pura-pura lelap.
Lalu kamu bersandar. memegangi dagu saya.
apa yang kamu pikirkan saat itu?

Kamu pergi, dia datang.
Dia datang, lalu kamu berusaha kembali?
cemburu sesaat, efek dominasi dan kepemilikan, atau apa?
saya harap ada jawabannya.

tapi tak apa.
dia pun tak serius.
---
PS : denny.mau.ikut.take me out.

13 Juli 2010

Geng


Dulu, waktu masih kecil, saya merasa nggak butuh teman cewek. Ibu suka banget memaksa saya pakai rok atau celana rok. Jadilah saya naik sepeda, memanjat pohon, main bulutangkis dan kejar-kejaran dengan memakai rok.

Tapi sekarang saya tahu, teman cewek itu membuat saya lengkap.

...........

"Ennoooo... lu kemana aja? Ngilang nggak tau rimbanya! Tau-tau kirim SMS Natal tapi nggak nongol-nongol!"
"Soriii, gue lagi nomaden. Lagian kenapa nggak nelpon?"
"HP gue hilang. Kecopetan!"
"Hehe pantes. Ya udah ntar gue kesitu ya."

Jangan tertipu penampilannya yang girly. Pretty bahkan lebih galak dari saya. Lebih preman, lebih terbuka dan sebagaimana orang batak, suaranya nyaring. Saya suka berteman dengan dia. Karena meskipun ia terlihat feminin dan full aksesoris, ia bukan jenis cewek yang dangkal. Jangan harap mendengarnya menggosipkan sesama teman cewek, atau iri hati pada orang lain atau membicarakan cowok ganteng yang dikenalnya.

Ia lebih suka menyeret saya ke toko manapun yang sedang diskon, ke tempat makan baru yang katanya enak, atau jogging pagi-pagi di Senayan. Yang kami bicarakan hanya urusan kami masing-masing. Pacar saya atau pacarnya, pekerjaan kami, keluarga, atau rencana bepergian yang asyik. Kami tidak pernah bosan dengan topik-topik seperti itu.

"Nduuuut! Jangan makan mulu! Dasar rakus!"

Dimanapun berada, teguran seperti itu adalah milik Kiki Harahap. Ia jauh lebih tua dari saya, umurnya awal 40an. Tapi perawakannya yang kecil dan gaya busananya membuat dirinya terlihat lebih muda 10 tahun. Anaknya satu, tapi lagaknya seperti masih lajang. Kami punya dokter kulit dan kafe favorit yang sama. Saya menganggapnya seperti kakak cerewet, yang enak dipinjami bahu untuk menangis.

Bintang Simorangkir biasanya akan muncul di ambang pintu dengan sapaan khas "Halo cinta!" Jika ada teman cowok kami di ruangan itu, ia akan menyapa dengan kalimat, "Apa kabar suami gelap?" Sambil cengengesan.

Rambutnya dipotong shaggy pendek dan dicat pirang. Kulitnya gelap hasil berjemur ala bule, selalu memakai celana pendek, kacamata hitam, dan segambreng aksesoris. Meski penampilannya agak aneh, ia orang yang sangat baik dan suka melucu. Pada saya, ia selalu memberi tips kecantikan dan hubungan dengan pria.

Kepada saya ia selalu berkata begini, "Boru, kau harus jadi orang yang sabar dan banyak berdoa. Dan jangan putus harapan, oke. Tuhan pasti kasih kau yang terbaik." Dan ia tak pernah lupa bertanya dengan logat bataknya yang nyaring, "Apa kabarnya Sianipar itu bah?!"

Bagian diri saya yang Jawa, yang lebih lembut, membuat saya bisa berteman dengan Ria. Ia teman kost saya, orang Jogja asli yang terdampar di Jakarta dan sekarang menjadi calon diplomat yang siap ditempatkan Deplu di luar negeri. Ia tipikal orang Jawa yang tulus, pendengar yang baik dan tahu bagaimana harus memberi komentar ketika seseorang curhat padanya. Terkadang ia hanya mengiyakan jika saya butuh diiyakan. Tapi ia juga bisa memberikan masukan ketika saya menghadapi dilema. Ia pandai berdiri di tengah-tengah dan dari tempatnya berada itu ia memberikan solusi. Benar-benar diplomat sejati.

Hari ini, nun jauh di kota kecil yang sepi tempat saya tengah berada, saya kangen mereka berempat. Teman-teman cewek saya yang sangat sedikit itu, yang keberadaannya melengkapi saya.

Love you gals!
_________

Foto dari
sini

3 Juli 2010

S.Y.A.H


 gambar diambil dari sini
Harlooowh sodara-sodara sekaliaan! Kayak udah lama banget ya jeeng kita gak ketemuuuu *eh ada satu mas disini, lupa heheheh*.Pernah gak mendengar beberapa kabar sekaligus dalam sebuah percakapan dengan kawan lama yang lamaaa sekali gak berkomunikasi sama kita? Kalo dalam istilah bahasa sunda sih namanya "MELEG", seperti makan satu hotdog dalam sekali suapan.Nah, itulah meleg. 

Beberapa waktu lalu, saya terima sms dari seorang sahabat lama, partner in crime laah.Gak lama kemudian, ee dia telpon saya dan bergulirlah cerita itu yang berisi beberapa kabar. Ada dua orang yang kami kenal baik meninggal dunia dua hari berturut-turut.Yang pertama, namanya Mas Diwan, saya ceritakan dalam posting ini. Saat mendengar ceritanya, sumpeh saya merinding. Indah tapi kok miris ya. 

Teman kami yang satu lagi bernama Eggi. Seorang anak penderita Celebral Palsy yang pernah saya temui beberapa kali, bahkan saya pernah membacakan puisi buatannya dalam sebuah gathering anak-anak difabel. Ia anak yang menawan, yang pasti akan membuat siapapun jatuh sayang. Dan eggi meninggal karena sakit, satu hari setelah Mas Diwan meninggal. Kami hening beberapa saat, prosesor otak kami sedang me-recall memori kolektif tentang mereka berdua. 

Tidak hanya kabar duka saya dengar dari sang kawan, tapi juga kabar gembira. Ia akan melangsungkan pemberkatan pernikahan. Saya shock! hahahaha. Soalnya dulu kami berdua itu bukan tipe perempuan menikah, atau yang menganggap bahwa pernikahan adalah pencapaian tertinggi dalam hidup. Bahkan kami berdua punya impian yang hampir sama. Hidup samen leven dengan orang yang kami cintai, tinggal di pedesaan, dia membuka perpustakaan untuk anak-anak desa dan mengajar mereka, sedangkan saya menjadi penulis penyendiri *halah*. 

Kami berdua sangat menikmati hidup. Bebas kemana pergi dan ngapain aja. Ia, perempuan menjelang 40, PNS, jomblo dari bayi, percaya tuhan tapi tak mau diatur agama. Saya, perempuan menjelang 30, pekerja media yang amat sibuk kesana kemari, waktu itu sudah tidak jomblo, percaya tuhan,punya agama tapi tidak taat beribadah. Apa yang dilakukan dua orang yang pola pikirannya out of the box? berkawan baik! Ketika saya bilang akan menikah, respon pertamanya adalah tertawa, yang diikuti oleh tawa saya. Ia bilang "hahaha lu nikah juga. Aaah tapi kata gw siih, lu bakal jadi janda sebelum umur 30".Yaa yaa, becandaan kami suka gak kontrol emaang. Ketika saya  ngasih kabar udah melahirkan, dia bilang "Ih, jadi mak-mak lu sekarang.Gak asih luu hahahaha". 

Dan sekarang, dia yang menikah. Kisah cinta dia hampir persis dengan impiannya. Punya rumah mirip villa, di kawasan pedesaan, dan tinggal bersama tanpa menikah dengan laki-laki yang disayanginya. Saat dia telpon saya kemarin itu dia juga bilang sempet didatengin Pak RT yang mau basa-basi perkenalan gitu deeh. Temen saya ini berpikir Pak RT bakalan nanya status mereka yang tinggal serumah."Iyeee, Pak RT nya gak keberatan kalian kumpul kebo gitu, tapi awas lu tiba-tiba dirajam penduduk sekampung", kata saya. Tapi sekarang Pak RT dan penduduk kampung pasti gak akan komplen dengan keberadaan temen saya ini karena mereka sekarang sudah SYAH! *dengan aksen arab dari penghulu saya waktu nikah dulu*. Percakapan kami diakhiri dengan kalimat "Pop, hidup kita normal ya sekarang" haauahauha! Hayyeeeuuk


N.B : Maap, itu gambar dan judulnya gak sinkron hehehehe

Keinginan Terpendam


Foto dari sini

Saya selalu ingat kejadian yang ini.

Ketika saya bekerja di sebuah kantor yang staf IT-nya sangat-sangat menyebalkan. Mentang-mentang si staf IT itu anak boss, karena sesuatu hal (yang tidak masuk akal) tiba-tiba ia menerapkan aturan dalam hal internet. Hanya satu komputer yang dipasangi internet. Itupun dipasangi password. Orang yang ingin menggunakan internet harus seizin dia. Orang yang sungguh sewenang-wenang dan minta digorok sepertinya!

Tapi saya tenang-tenang saja. Karena dia membagi waktunya dengan bekerja di kantornya sendiri, maka ia sering tidak berada di kantor saya. Maka dengan santainya saya mencoba membongkar password dia. Semua teman tahu tapi diam saja, karena mereka juga benci si anak boss gila itu. Ternyata saya memang bisa membongkar password itu. Benar-benar mengejutkan buat seorang yang tidak pernah mendalami komputer (apalagi IT), yang sebenarnya cuma bisa sekedar mengetik dan menulis blog. Saya tertawa puas sekali ketika itu.

Si anak boss sinting menemukan jejak passwordnya dibongkar. Dia kasak-kusuk bertanya siapa pelakunya. Semuanya membisu. Lalu ia pasang lagi password baru. Saya bongkar lagi. Ia pasang lagi, kali ini dengan sistem yang baru. Saya bongkar lagi. ia pasang lagi dengan sistem lainnya. Saya bongkar lagi. Demikian terus menerus sampai semua ilmunya habis terpakai dan dia bosan sendiri, akhirnya komputer itu tidak lagi dipasangi password! Hahahaha....

Sejak itu saya menyadari sesuatu. Kesukaan saya pada komputer tidak hanya sekedar karena alat ini bisa dipakai menulis dan menyimpan tulisan. Tidak hanya bisa dipakai untuk berselancar di dunia maya, memutar film dan lagu-lagu, atau bercakap-cakap jarak jauh dengan orang-orang. Saya menyukai komputer karena saya penasaran dengan cara pengoperasiannya. Selalu timbul pertanyaan setiap kali saya melihat program files. Kenapa bisa begini? Kenapa bisa begitu? Dan tangan saya gatal untuk mengutak-atik.

Belakangan ketertarikan saya berkembang ke internet. Saya ingin mempelajari cara membuat website, mendesainnya, membuat widget-widget keren dan bermanfaat.

Duh! Saya kepingin banget kursus web desainer!

19 Juni 2010

shithappens



You know,
being someone that always get noticed from other... I’m getting tired of all these.
I’m not that kind of person who will tell everyone about what I’m doing, okay?
What I AM doing is my business.
so, just leave.



enough said.

17 Juni 2010

Menghentikan Cinta

Saya bosan dipermainkan cinta.
Bosan dipermainkan perempuan.
cukuplah itu.

mungkin memang ceritanya cuma akan bertahan sebatas itu.
sebatas cerita yang kelak suatu hari akan saya baca kembali dan saya buang jauh-jauh.

saya tanya.
saya tidak mau lagi percaya cinta, tapi ketika saya ingat kamu, dan apa yang kamu katakan, lalu hati saya bisa sesusah ini, itu apa namanya san? 

...

16 Juni 2010

Kawan gaib *ah saya memang tidak kreatif memberi judul*


Tadi malem, suami saya cerita soal kawan gaibnya yang diwariskan dari bapak mertua saya padanya. Kawan gaib inilah yang melindungi dia kemanapun pergi. Percaya dengan hal kayak gini? well,saya percaya bahwa ada kehidupan lain yang tidak terlihat di sekitar kita, tapi kawan gaib sekaligus pelindung atau istilah bekennya guardian angel eh bukan angel deng kayaknya..mmm..apa ya..jin gitu? percaya gak percaya, tapi jadi cenderung percaya setelah serentetan keberuntungan yang kata si suami sih ada karena perlindungan kawan gaibnya. 


Ada beberapa contoh. kira-kira 6 bulan lalu, di Jember terjadi badai,yang bahkan bikin sebuah menara pemancar sebuah radio roboh blasss dan menimpa ruko ruko di sekitarnya. Si angin badai ini pun tidak melewatkan lingkungan saya tinggal.Akibatnya, beberapa pohon besar tumbang, tiang telkom dan kabel-kabelnya roboh sehingga menghalangi jalan, dua tiang listrik patah *ya! patah sodara-sodara!*, puluhan rumah harus ganti genteng karena banyak dari genteng mereka dibawa terbang dan jatuh kena angin.Bahkan rumah mewah di sebelah rumah saya, tengah atapnya menganga besar karena atapnya ambrol dan canopi dia terbang dibawa angin. Dasyat bener kan? 

Bijimana dengan rumah saya ? tak  hilang satu genteng pun padahal rumah saya ini lumayan tua, dari taun 60an lah. Atap utuh, semua utuh,cuma pohon pisang dan pohon pepaya belakang rumah aja yang tumbang. Rada-rada gakmasukakal juga sih, soalnya rumah saya dipinggir jalan yang dilewatin banget sama angin tapi gak apa-apa sama sekali. Kata suami, saat badai mendekati rumah kami,kawan gaibnya itu berdiri di halaman depan dan menghalau angin supaya tidak mengenai rumah kami, yaa paling banter cuma nyerempet laah, tuh hasilnya, pohon pepaya dan pisang jadi korban hehehehe. 


Oh ada contoh lain lagi.Sejak awal saya tinggal di lingkungan sini, saya sudah dikasih tau sama nci-nci toko sebelah rumah agar hati-hati dan lebih  baik pasang teralis karena beberapa tempat usaha di lingkungan sini pernah kerampokan, dengan oknum pelaku yaa orang-orang sini juga tapi anak-anak berandalnya.Si nci aja kerampokan lima kali padahal rumah dia berpagar tinggi dan berpintu besi, semua jendela pake teralis dan segala jenis alat pengaman lainnya. Bagaimana dengan rumah kami? tak bergorden sehingga semua komputer terlihat jelas dari luar, teralis pun tak ada, kunci seadanya, tapi sudah setaun kami tinggal disini, alhamdulillah aman. Mungkin benar ini karena kawan gaib suami saya, tapi satu yang saya percaya benar,bahwa tuhan bersama kami selalu.

12 Juni 2010

Wanted: Honest Maid without Handphone


Nasib saya belakangan ini bagaikan anak tiri. Di rumah saya harus kerja, kerja dan kerja. Gara-gara pembantu saya hamil dan memutuskan resign (ahahaha gaya!), maka semua tugas-tugasnya jatuh ke tangan saya.

Hmm... kalau sama gajinya sih mending. Ini sih kerja sosial namanya hahaha...

Dan saya baru menyadari, ternyata mencari pembantu di zaman sekarang ini susah. Bukannya tidak ada yang berminat sih, tapi yang benar-benar mau bekerja, jujur, tulus dan sungguh-sungguh mengabdi (kayak di zaman kerajaan gitu) sangat-sangat langka. Padahal nih, di kampung saya banyak ibu-ibu atau perempuan-perempuan muda yang hidupnya kekurangan... dan bukannya tidak ada yang berminat dengan lowongan di rumah saya. Tapi seperti saya bilang tadi, yang mau kerja sungguh-sungguh, jujur dan tulus itu ternyata belum ada sebijipun!

Proses rekruitmennya (gaya dong) sudah dimulai sejak minggu lalu. Ibu saya (dan saya setuju) menerapkan syarat pokok: jangan abege yang punya ponsel. Alasannya saya kira cukup masuk akal dan berdasarkan riset mendalam. Begini, beberapa saudara saya punya pembantu yang rata-rata usianya dibawah 23 tahun. Apa yang terjadi? Jam produktif mereka habis untuk bertelepon dan berSMS-ria.

Nyebelin nggak sih melihat seorang pembantu asyik duduk di sofa sambil mengetik SMS sementara majikannya yang baru saja mengambil air wudhu hendak sholat zuhur sibuk mencari sandal dan handuk? Itu terjadi di depan mata saya, waktu bude saya berkunjung sambil membawa pembantunya yang abege itu. Kepingin banget deh rasanya ngelempar si pembantu pakai sandal yang saya ambilkan untuk bude saya itu!

Dan pasti menyebalkan juga waktu kita sedang khusyuk mengaji, di depan kamar kita ada suara ramai mengobrol dari speakerphone ponsel yang diaktifkan. Itu terjadi waktu saya menginap di rumah sepupu saya, yang pembantunya kebetulan juga abege genit dan punya ponsel. Huh!

Bulan kemarin, sepupu saya yang lain memulangkan pembantunya ke kampung gara-gara ketahuan suka mencatut uang belanja yang setelah diselidiki ternyata untuk membeli pulsa. Seminggu setelah si pembantu dipulangkan, sepupu saya kaget waktu akan membayar tagihan telepon rumah. Jumlahnya membengkak sampai Rp 3 juta, dengan perincian sambungan ke nomor-nomor ponsel tak dikenal!

Jadinya ibu saya trauma. Itu sebabnya proses seleksi sangat ketat. Hahahaha. Akhirnya ya belum dapat juga pembantunya. Sigh!

Selama saya masih merangkap 'pembokat' sementara, setiap malam ada ritual khusus sebelum tidur. Mengolesi tangan dan kaki saya dengan vaseline banyak-banyak supaya nggak kasar dan pecah-pecah. Hiks.... saya nggak rela kalau hal itu sampai terjadi. Kasihan kan fans saya kalau pas salaman sama saya, ternyata tangan saya kasar....

Rencananya pencarian 'pembantu jujur' akan diperluas sampai ke luar kota, bahkan ke luar provinsi. Kemarin ibu saya baru saja telepon saudara kami di Temanggung, Jawa Tengah, minta dicarikan pembantu.

"Jangan yang abege dan punya ponsel ya, Mbakyu...," kata Ibu.

Ya sudah. Saya mau ngepel ya. Ciao!

#confession...



it's sweet when someone remember every detail about you
not because you keep remainding them but..
becauce they pay attention


"bo..kalo aq jatuh cinta ma kmu gimana??" tanyanya
"hehhe..ga tw bing.." balasku
"aq mw ngaku bo, tapi jangan diketawain y.."
"apa sey??"
"aq takut jatuh cinta dengan kamu (lagi)" dan aq pun terdiam...

sebut dy kambving, dan aq kebvo
aq menyukainya..menyukainya sejak setahun yang lalu..
walopun tanpa tatap muka..
aq menyukainya..tetap menyukainya..
walopun kesempatan tatap muka itu pernah disia2kan..
dan aq makin menyukainya..
ketika pandangan kami bertemu..
lalu...aq mulai tidak menyukainya sedikit demi sedikit..
entahlah..seiring waktu mungkin..atw karena rasa bosanku..
dan akhirnya...
rasa suka itu mendapatkan ruang yang sempit..
tapi..selalu ada ruang buat dy...
dan pengakuan itu baru kudengar bberapa hari yang lalu
entah karena efek tengah malam *g nyambung..* atw apa..
dan aq cuma bisa bilang...
"kamu bodohh bing!!!"


PS : dan kami pun tetap menjadi orang BODOH malam ini..

gambar diambil dari sini

4 Juni 2010

will i ??



There's nothing you can't make that can't be made.
No one you can save that can't be saved.
Nothing you can do, but you can learn how to be you in time.
It's easy...
All you need is love


"nak..lagi ngapain??" siang itu tiba2 ibu nelpon..
"msih di kantor bu.."
"eh..eh...mama mw bicara" mama itu panggilan untuk nenek ku..
"chie...ada yg mau kenalan ma kamu.."
"haahhhh????? "
"mau ya nak, mama sudah tua, untung2 kalo umurnya masih panjang buat ngeliat kamu kawin"

sepenggal percakapan itu terjadi bulan lalu, pada saat menjelang long weekend. entah kenapa tiba2 aja ibu menyuruhku pulang ke makassar,tapi ga tw juga feelingku dah rada g enak waktu ngobrol dengan nenekku..
dan kejadian itu bukan untuk pertama kalinya, sudah beberapa kali keluargaku mw memperkenalkan ku dengan seseorang. tapi g jodoh kali yee...tetap ajah ga jadi. fufufuufufufuu..

bukannya ga mw, cuma yahh..aq 23, masih ga mw dikekang, masih pingin menikmati hal-hal yang baru dluar sana, masih mw nyari duit, masih mw backpacker-an, masih mw berleha2 di pagi hari pada saat libur,masih mw jatuh cinta berkali kali, dan masih mw menikmati pemandangan 'indah' pria-pria diluar sana *oupssss..* :p
bukan hal yang mustahil kalo suatu saat keinginan untuk mengarah kesana ada. tapi tidak sekarang.bahkan kemarin ayahku sudah menyimpan undangan2 pernikahan yang bentuknya lucu. "untuk contoh undangan esok hari" jawabnya...


PS : setelah menerima telpon, aq melihat makhluk 'indah' didepanku...argghhhhhh...rasa2nya aq pingin kawin ma dy ajah.. *siuL2* fufufuufu..

gambar diambil dari sini

15 Mei 2010

Iyakan saja


every day is so wonderful
And suddenly, it’s hard to breathe
Now and then, I get insecure
From all the fame, I’m so ashamed

I am beautiful no matter what they say
Words can’t bring me down
I am beautiful in every single way
Yes, words can’t bring me down
So don’t you bring me down today

(Christina Aguilera - beautiful)

******
Terpujilah bagi siapapun yang seharian kemaren memuji saya. Hehehe....saya orangnya memang suka dipuji. Kenapa gak ? setiap abis dipuji mood saya pasti jadi baik. Saya jadi lebih ringan melangkah. Senyum saya merekah dan tersumbar ke mana-mana *syeet daah...bahasanya*.

Siapapun, kebanyakan orang pasti senang dipuji. Kalau ada yang gak senang dipuji, boleh saya bilang sayang banget kalau dia gak suka. Pujian itu doa loh. Iya apa iya ??. Peduli amat orang cuma basa-basi atau emang beneran memuji kita. Intinya tetep aja memuji kan ?. Dan sekali lagi pujian itu doa. Hahaha... *maksa ya*

Kebanyakan ketika orang dibilang, "Cieeh...cantiknya".
Sadar gak sadar jawabannya akan "masa sih ? enggak ah", trus berkaca setelah itu dan bertanya-tanya apa iya ?.

Kalau saya nih ya dibilang gitu pasti bakal bilang, "iya dong...".
Hahahaha....bodo amat nadanya si pemuji itu ngeledek atau gak. Yang penting saya mengiyakan, saya mengamieninya.

Emang sih pujian yang ada embel-embelnya itu yang kadang terasa pamrih dan gak ikhlas. Misalnya, "waa..duitnya banyak nih, traktir dong". *Jiaaah...gaplokin aja orang kayak gitu* Jangan deng bercanda wkwkwkwk....Pertama yang harus kita lakukan adalah Iyakan saja dulu, selanjutnya urusan traktir mentraktir mah terserah kita aja, toh emang kita yang punya duit. Tapi kalau mau tetep nraktir abis dipuji gitu juga gak papa kok, itung-itung berbagi hahaha.... *saya pun juga gak nolak kalau mau ditraktir*.

Sekali lagi ketika saudara-saudara di sini dipuji apapun dan seperti apa bentuknya, Iyakan saja dan Amieni kalau perlu. Seperti yang saya lakukan. Efeknya ?. Tau sendiri kan ?. Yeaah...!


PS : Saya baru tau kalau ternyata di rumah ini lagi terjadi hal-hal yang mencengangkan dan tidak terpikirkan sama sekali di benak saya. Yang begitu tau saya cuma bilang "Waw..." Trus garuk-garuk kepala. Kok aku baru tau ya. Selama ini aku ke mana aja sih, pikir saya. Yuk...kita arisan aja yuk. Yah saya emang gak nyambung. ^^"

PSnya PS : Kalau kata film 3 idiots sih "Aal Iz Well, Aal Iz Well" :D

PS lagi dan lagi : Mbak Enno galak ya temans...takut...takut..takuuuut... >,< xixixi.... dahsyat !






14 Mei 2010

unexpected (little did i know)


i carry your heart with me

i carry your heart with me (i carry it in my heart)

i am never without it (anywhere i go you go,my dear; and whatever is done
by only me is your doing,my darling)

i fear no fate (for you are my fate,my sweet)

i want no world (for beautiful you are my world,my true)

and it's you are whatever a moon has always meant

and whatever a sun will always sing is you

here is the deepest secret nobody knows (here is the root of the root and the bud of the bud and the sky of the sky of a tree called life; which grows higher than the soul can hope or mind can hide)

and this is the wonder that's keeping the stars apart

i carry your heart (i carry it in my heart)

ee cummings

***

as i cracked open ee cummings' poem collections, you smiled at me. staring at me with those eyes. i took a breath and started reading the first lines and my memory took me to that day. yes - that day. the first day i met you.

i just finished church, and one of our mutual friends called to see whether i'd like to join the group for lunch. i said yes. you were there, eating whatever you ate that day. wearing whatever shirt you wore that day. i honestly didn't remember the details, but one thing for sure - i know that you were cute and i was hoping that we would get a chance to talk. but then again, you were always talking to other people.

7 months passed by, i never really heard anything about you. maybe once or twice. occasionally.

little did i know that i'd meet you again. the indonesian kids on campus decided to get together and study for the finals. i honestly was reluctant to go, but i felt the sudden urge to just drop by and study for a while. i guess you thought the same.

little did i know that after the study session was over, one of my girlfriends told me she thought you were so cute and we'll make a great couple. that was supposed to be a joke. and i never considered it.

little did i know that we'd talk on msn that same night. we ended up talking 5 hours nonstop and even made an appointment to play piano together the next day. so the next day came. i studied - again. we played hangman during the study break, remember? and then we went to the piano room.

little did i know that you were a great jazz pianist, and you enjoyed songs that i enjoyed.

little did i know that you would invite me to go eat dinner with you afterwards. and oh so little did i know that you'd ask me out for dinner the day after, and the day after, and the day after.

little did i know that you'd eventually ask me out while watching glee.

little did i know that i'd be falling for someone as wonderful as you.

i am blessed. terribly blessed. abso-flippin-lutely blessed.

you were an unexpected heaven-sent blessing. you climbed my walls. you slowly crawled into the heart i've always been protecting from love.

and for being the one whom i always wished for, prayed for, wanted, and needed...i am forever grateful.

as i whispered the last lines, you leaned in, held my hand, and said "puisinya bagus ya... sekarang aku lapar, ayo makan?"

i can't help but smile. i love you, pacar. more than you know. more than you know.

p.s. hana sudah kembaliiiii. *jreng*

p.s. lagi. si pacar ingat persis aku pakai baju apa dan makan apa waktu pertama kali kita ketemu lho.

note: image courtesy of google images

10 Mei 2010

Remove

Mohon maaf, saya harus hapus kamu dari daftar kontributor di blog ini. Karena kamu ketahuan menjiplak isi blog orang untuk blog kamu yang lain, yang selama ini kamu sembunyikan dari orang lain.

Sebagai editor, saya sudah cek kata demi kata, kalimat demi kalimat dan semuanya sama meski tidak 100 persen. Karena kamu mengubahnya sedikit di sana sini.

Saya cek lagi, kamu tidak menuliskan komentar apapun di blog pemilik asli tulisan itu untuk meminta izin mencupliknya. Kamu juga tidak bisa mengelak dengan beralasan sudah minta izin melalui sarana lain (YM, telepon, e-mail atau bertemu langsung), sebab kepada seorang teman kita yang mengkonfirmasimu, kamu malah mengelak dan bilang: "Oh ya? Aku malah nggak tahu ada tulisan yang sama."

Oh please deh, mana mungkin ada tulisan yang sama persis kata per kata di dunia ini, kecuali kalau kamu bisa telepati. Lagipula tulisan yang asli lebih panjang. Kamu hanya mengambil 2 paragraf pertama plus judul dan prolog, tapi tidak kamu tulis sumbernya.

Selama ini, saya diam saja ketika kamu mengambil satu-dua kalimat, satu dua diksi, satu-dua kuplet tulisan saya atau orang lain... karena saya pikir, barangkali itu hanya terinspirasi. Toh saya (dan banyak teman-teman lain) juga sering terinspirasi oleh para penulis yang disukai. Tetapi plagiat semacam ini tidak bisa saya tolerir. Maaf, saya tegas dalam hal ini. Bukan saya sombong, tinggi hati atau sok kuasa. Tidak. Saya rasa, semua teman kontributor disini juga akan setuju jika blog ini diisi oleh para penulis yang jujur dan punya integritas. Pertemanan kita menjadi nyaman dan bisa saling berbagi tanpa ada ganjalan di hati.

Mungkin juga karena latar belakang pendidikan saya adalah hukum maka saya lebih frontal jika ada kasus pelanggaran semacam ini. Maaf, saya tidak bisa menahannya. Sudah mengalir dalam darah.

Karena itu saya hapus kamu dari daftar kontributor blog ini. Sekali lagi maaf. Semoga ini menjadi pelajaran buatmu. Menulislah yang jujur dari hati sendiri, dengan kemampuanmu sendiri. Sama sekali tidak sulit kok. Toh dunia blog itu untuk enjoy, bukan untuk berkompetisi.

----------------
Saya tahu, kamu mungkin akan segera menghapus jejakmu di blog tersembunyimu itu. Menghapus posting jiplakan itu. Tapi apa yang kamu lakukan akan selalu mencoreng namamu selamanya, setidaknya di mata saya.

21 April 2010

Penyiar Idolaku


Dulu, long time ago, saya pernah begitu menyukai seorang penyiar radio Retjo Buntung di Jogja *jujur banget infonya*. Namanya Heidy, laki-laki. Suaranya bikin saya setia banget mantengin radio siang malam, kecuali kalau saya harus kuliah *ya iyalah*. Saya juga belum punya TV, jadi hiburan saya satu-satunya dikost yang sepinya nyaingin kuburan ya cuma radio. Selain suaranya yang memang asyik, cara dia merespon pendengarnya selalu membuat saya tertawa. Asli lucu. Kayaknya, ini orang pasti menyenangkan, pikir saya.

Suatu pagi *saat itu saya numpang tidur dikost sahabat terbaik saya*, tiba-tiba kepikiran ide norak dikepala. Sambil nyeruput teh hangat, saya bilang kalau saya ingin dia menemani saya ke radio RB. Sahabat saya langsung berhenti minum. Tanpa saya ucapkan, dia tahu kalau saya ingin bertemu Heidy. Selain tentang skripsi, obrolan tentang betapa enaknya suara Heidy adalah yang paling sering keluar dari mulut saya. Akhirnya, disepakati kalau sepulang dari kampus, kami akan ke radio.

Siang itu, setelah kami tiba di depan radio RB. Tiba-tiba norak saya kambuh. Saya tidak mau turun dari motor. Saya minta pulang. Saya grogi. Sahabat saya ngakak.

Dan kami pun pulang ...

Sampai hari ini, saya masih menyukai suara Heidy. Masih suka dengerin dia siaran walaupun tak pernah melihat wajahnya. Saya juga masih punya keinginan, suatu hari nanti, bertemu *biar cuma dari jauh aja, soalnya takut grogi* dengannya.

Sayang vs Benci


Sayang dan benci, bersumber pada tempat yang sama. Hati.
Mengutip perkataan orang bijak, beda sayang dan benci hanya setipis kulit bawang. Mungkin karena bersumber pada tempat yang sama, terkadang, memindahkan sayang menjadi benci tak memerlukan waktu lama. Beri saja 1 alasan yang menohok atau khianati saya, percayalah, seperti angin yang menerbangkan debu, sayang saya pun berubah benci.

Sampai disini, alasan-alasan baik yang diciptakan lingkungan untuk mengobati hati saya yang terlanjur luka pun menjadi benar-benar BASI. Bahwa, kita tak perlu memiliki orang yang kita sayangi, atau tetap mendoakan kebahagiaan untuknya kendati bahagianya tidak dibaginya denganmu, atau tetap menyayanginya tanpa membuatnya terganggu. Ya'elahh... Come On...
Daripada mengucapkan hal-hal seperti itu, pergi saja dan belikan saya coklat. Maka saya akan memelukmu sepenuh hati.

Sering juga, terlintas dikepala saya, apakah saya benar menyayanginya atau hanya menyayangi diri saya sendiri? Sehingga saat saya tak bisa bersamanya, saya merasa sakit yang sama seperti ketika orang mencubit tubuh saya. Malah terasa lebih sakit.

Yang jelas, saya selalu percaya bahwa Tuhan di atas sana menyimpan janji rahasia bahwa balasan dari cinta sejati adalah cinta sejati juga.

Siapa tahu, ini cuma masalah waktu.

...

11 April 2010

An Unordinary Lovely Friend

I like the dreams of the future better than the history of the past.
Thomas Jefferson



Beberapa minggu yang lalu salah seorang junior gue mention tweet-nya ke gue dan mengatakan kalau dia sayang sama gue.
Its kinda weird and surprise me a lot.
Pertama, walaupun gue dan dia sudah saling mengenal dengan baik sejak SMA, tetapi saat ini gue merasa sedang tidak begitu dekat dengan dia.
Kedua, elo enggak salah orang, heh?
Hubungan gue dan dia layaknya pertemanan biasa. Apalagi gue bukan tipikal orang yang loveable dan bertindak-tanduk manis. Bahkan bisa dikategorikan sebagai cewek yang lumayan gahar.
Hahaha.. setelah memastikan lebih lanjut (ya kali-kali dia cuman bercanda, secara besoknya mau April’s Fool) ternyata dia sebegitu seriusnya dan cuman menanggapi ‘aku enggak butuh jawaban kak Tami, kok, cuman mau bilang aja’.
Segampang itu dia mengucapkan kata ‘sayang’ kepada gue? :-0

Jujur, gue bukanlah tipikal orang yang gampang mengucapkan perasaan gue kepada orang lain. Gue adalah tipikal mahluk introvert dan menutup diri termasuk kepada orang-orang terdekat gue.
Dan sikap si junior yang segamblang ini mengajarkan gue akan sesuatu. Bahwa gue harus berani, terutama dalam mengungkapkan perasaan gue sendiri terhadap orang yang benar-benar gue sayangin.

Adalah orang yang sangat amat gue sayangin hingga saat ini. Gue enggak tahu ini cinta atau bukan. Tapi bagi gue, definisi sayang terkadang lebih dalam dibandingkan cinta itu sendiri. Sudah lebih dari 8 tahun berlalu, dan rasanya perasan itu tidak berubah semenjak 5 tahun berakhir.
Sayangnya salah satu alasan kenapa gue tidak bisa jujur adalah: dia adalah salah satu orang terdekat gue. Gue sangat amat takut kehilangan dia, karena dengan kejujuran gue hubungan kami berdua akan berubah menjadi sesuatu yang tidak mau gue bayangkan. Dan alasan kedua, dia sudah punya pacar.
Haha, klise kan?

Dan lagi-lagi gue jatuh di lubang yang sama.
Sejauh apapun gue berlari, perasaan ini kembali lagi memanggil.

9 April 2010

Gaya Batu

Sudah rahasia umum, saya takut air. Bukan, bukan takut air secara harfiah lalu saya jadi malas mandi. Saya takut air maksudnya saya takut tenggelam. Artinya, saya tidak bisa berenang.

Kasihan ya saya. Padahal saya ini Pisces. Lambang zodiak saya ikan. Eh, saya kok tidak bisa berenang. Ironis kan?

Hehehe. maaf kalau agak lebay. Tapi sepertinya ketidakbecusan saya berenang itu gara-gara masa kecil saya yang jarang bersentuhan dengan jenis rekreasi air. Kami jarang ke pantai, kolam renang dan tempat-tempat yang berjudul air. Orangtua saya lebih suka mengajak saya ke taman bermain, kebun binatang atau menonton sirkus di Taman Safari.

Akibatnya tidak ada yang mengajari saya berenang. Saya jadi tidak terbiasa dengan air sekolam penuh. Setiap kali ada yang mencoba mengajari saya berenang, hasilnya nihil karena saya suka takut duluan. Padahal tahu nggak, saya kepingin sekali diving. Itu pengalaman yang belum pernah saya coba. Hiks...

Bukannya saya tidak pernah ke kolam renang dan mencemplungkan diri ke dalamnya. Waktu SMP, pelajaran olahraganya mencakup pelajaran renang satu minggu sekali. Kadang-kadang saya pergi ke kolam renang bersama teman-teman dan guru olahraga kami. Sudah dibantu guru, tetap saja saya takut dan tak bisa-bisa. Kebanyakan saya mangkir dan pasrah dihukum membuat kliping berita olahraga.

Sepupu-sepupu saya bukannya tidak pernah mengajari saya mengambang, meluncur, mengolah napas. Saya malah lebih suka duduk di tepi kolam sambil makan tahu petis panas sambil cengengesan. Itu waktu liburan di Surabaya bertahun-tahun lalu.

Saya sudah terima nasib bakal tidak bisa berenang seumur hidup, tidak bisa diving dan berenang dengan lumba-lumba atau ikut berburu ikan paus dan hanya bisa pasrah kalo dicaplok hiu *ini lebay*. Tapi tiba-tiba Denny ngotot mau mengajari saya berenang gara-gara saya diet ketat. Dia bilang berenang bisa bikin badan cepat langsing. Nah lho! Tergiur kan saya!

Katanya di kompleks tempat tinggalnya ada kolam renang. Ceritanya di Medan kan saya akan menginap di rumahnya, jadi dia bisa dengan mudah mencemplungkan saya ke kolam itu.

Sumpah, saya sudah menyatakan opsi keberatan. Sudah melayangkan somasi, replik, duplik dan gugatan balik. Tapi sepertinya dia sudah bertekad bulat semangat baja menyiksa saya.

"Aku takut tenggelam!" Teriak saya.
"Nanti kau di kolam buat anak-anak aja dulu," sahutnya enteng dan menyebalkan.
"Aku malu tau. Nggak pede. Pasti banyak yang liat."
"Kolam buat cewek dan cowok dipisah Mok. Tenang aja."
"Tapi aku lagi gendut. Pake baju renangnya aja malu."
"Ah, kau kan bisa pakai kaos dan celana ketat."

Percuma kan protes? Ya sudahlah, mungkin sudah saatnya saya mengganti gaya renang saya yang terkenal itu: gaya batu.

Hehehe.

6 April 2010

Toak

Stop callin’
Stop callin’
I don’t wanna think anymore
I got my head and my heart on the dancefloor
Stop callin’
Stop callin’
I don’t wanna talk anymore
I got my head and my heart on the dancefloor
(Lady Gaga's song)


********

Punya kebiasaan buruk yang sampai sekarang susah diubah ? *me ! me ! me !*. Saya punya. Salah satunya ketika saya sedang nyampah di telepon. Ngobrol gak penting dengan seorang teman. Apanya yang buruk ?.

Sebentar *tarik nafas dulu*

Buruknya ketika kami, lebih tepatnya saya saat sudah memasuki zona nyaman berceloteh. Rame dengan suara yang ampuuuun kencengnya udah kayak nelen Toak. Saya lebih sering gak sadar kalau gak diingatkan. Memalukan ! T,T.

Kalo lagi di rumah sendiri sih gak masalah. Tapi kalo udah di depan umum yang kadang saya keceplosan toaknya semua orang pasti langsung memandang takjub. WOW...! tarzan dari negara mana ini ?. *begitulah kira-kira kalau saya bisa mendengar suara hati mereka*

Somebody help meeeee...... T,T. keluarkan toak cempreng ini dari tenggorakan saya.


Ps : Gara-gara ketoakan saya saat bertelepon, pacar saya jadi ngambek.
Psnya Ps : Tapi sekarang udah baikan kok, udah cinta-cintaan lagi :P