3 Juli 2010

S.Y.A.H


 gambar diambil dari sini
Harlooowh sodara-sodara sekaliaan! Kayak udah lama banget ya jeeng kita gak ketemuuuu *eh ada satu mas disini, lupa heheheh*.Pernah gak mendengar beberapa kabar sekaligus dalam sebuah percakapan dengan kawan lama yang lamaaa sekali gak berkomunikasi sama kita? Kalo dalam istilah bahasa sunda sih namanya "MELEG", seperti makan satu hotdog dalam sekali suapan.Nah, itulah meleg. 

Beberapa waktu lalu, saya terima sms dari seorang sahabat lama, partner in crime laah.Gak lama kemudian, ee dia telpon saya dan bergulirlah cerita itu yang berisi beberapa kabar. Ada dua orang yang kami kenal baik meninggal dunia dua hari berturut-turut.Yang pertama, namanya Mas Diwan, saya ceritakan dalam posting ini. Saat mendengar ceritanya, sumpeh saya merinding. Indah tapi kok miris ya. 

Teman kami yang satu lagi bernama Eggi. Seorang anak penderita Celebral Palsy yang pernah saya temui beberapa kali, bahkan saya pernah membacakan puisi buatannya dalam sebuah gathering anak-anak difabel. Ia anak yang menawan, yang pasti akan membuat siapapun jatuh sayang. Dan eggi meninggal karena sakit, satu hari setelah Mas Diwan meninggal. Kami hening beberapa saat, prosesor otak kami sedang me-recall memori kolektif tentang mereka berdua. 

Tidak hanya kabar duka saya dengar dari sang kawan, tapi juga kabar gembira. Ia akan melangsungkan pemberkatan pernikahan. Saya shock! hahahaha. Soalnya dulu kami berdua itu bukan tipe perempuan menikah, atau yang menganggap bahwa pernikahan adalah pencapaian tertinggi dalam hidup. Bahkan kami berdua punya impian yang hampir sama. Hidup samen leven dengan orang yang kami cintai, tinggal di pedesaan, dia membuka perpustakaan untuk anak-anak desa dan mengajar mereka, sedangkan saya menjadi penulis penyendiri *halah*. 

Kami berdua sangat menikmati hidup. Bebas kemana pergi dan ngapain aja. Ia, perempuan menjelang 40, PNS, jomblo dari bayi, percaya tuhan tapi tak mau diatur agama. Saya, perempuan menjelang 30, pekerja media yang amat sibuk kesana kemari, waktu itu sudah tidak jomblo, percaya tuhan,punya agama tapi tidak taat beribadah. Apa yang dilakukan dua orang yang pola pikirannya out of the box? berkawan baik! Ketika saya bilang akan menikah, respon pertamanya adalah tertawa, yang diikuti oleh tawa saya. Ia bilang "hahaha lu nikah juga. Aaah tapi kata gw siih, lu bakal jadi janda sebelum umur 30".Yaa yaa, becandaan kami suka gak kontrol emaang. Ketika saya  ngasih kabar udah melahirkan, dia bilang "Ih, jadi mak-mak lu sekarang.Gak asih luu hahahaha". 

Dan sekarang, dia yang menikah. Kisah cinta dia hampir persis dengan impiannya. Punya rumah mirip villa, di kawasan pedesaan, dan tinggal bersama tanpa menikah dengan laki-laki yang disayanginya. Saat dia telpon saya kemarin itu dia juga bilang sempet didatengin Pak RT yang mau basa-basi perkenalan gitu deeh. Temen saya ini berpikir Pak RT bakalan nanya status mereka yang tinggal serumah."Iyeee, Pak RT nya gak keberatan kalian kumpul kebo gitu, tapi awas lu tiba-tiba dirajam penduduk sekampung", kata saya. Tapi sekarang Pak RT dan penduduk kampung pasti gak akan komplen dengan keberadaan temen saya ini karena mereka sekarang sudah SYAH! *dengan aksen arab dari penghulu saya waktu nikah dulu*. Percakapan kami diakhiri dengan kalimat "Pop, hidup kita normal ya sekarang" haauahauha! Hayyeeeuuk


N.B : Maap, itu gambar dan judulnya gak sinkron hehehehe

1 komentar:

  1. dlm kasus lu sih kayaknya msh agak blum normal ah :p

    BalasHapus

share us something