13 Juli 2010

Geng


Dulu, waktu masih kecil, saya merasa nggak butuh teman cewek. Ibu suka banget memaksa saya pakai rok atau celana rok. Jadilah saya naik sepeda, memanjat pohon, main bulutangkis dan kejar-kejaran dengan memakai rok.

Tapi sekarang saya tahu, teman cewek itu membuat saya lengkap.

...........

"Ennoooo... lu kemana aja? Ngilang nggak tau rimbanya! Tau-tau kirim SMS Natal tapi nggak nongol-nongol!"
"Soriii, gue lagi nomaden. Lagian kenapa nggak nelpon?"
"HP gue hilang. Kecopetan!"
"Hehe pantes. Ya udah ntar gue kesitu ya."

Jangan tertipu penampilannya yang girly. Pretty bahkan lebih galak dari saya. Lebih preman, lebih terbuka dan sebagaimana orang batak, suaranya nyaring. Saya suka berteman dengan dia. Karena meskipun ia terlihat feminin dan full aksesoris, ia bukan jenis cewek yang dangkal. Jangan harap mendengarnya menggosipkan sesama teman cewek, atau iri hati pada orang lain atau membicarakan cowok ganteng yang dikenalnya.

Ia lebih suka menyeret saya ke toko manapun yang sedang diskon, ke tempat makan baru yang katanya enak, atau jogging pagi-pagi di Senayan. Yang kami bicarakan hanya urusan kami masing-masing. Pacar saya atau pacarnya, pekerjaan kami, keluarga, atau rencana bepergian yang asyik. Kami tidak pernah bosan dengan topik-topik seperti itu.

"Nduuuut! Jangan makan mulu! Dasar rakus!"

Dimanapun berada, teguran seperti itu adalah milik Kiki Harahap. Ia jauh lebih tua dari saya, umurnya awal 40an. Tapi perawakannya yang kecil dan gaya busananya membuat dirinya terlihat lebih muda 10 tahun. Anaknya satu, tapi lagaknya seperti masih lajang. Kami punya dokter kulit dan kafe favorit yang sama. Saya menganggapnya seperti kakak cerewet, yang enak dipinjami bahu untuk menangis.

Bintang Simorangkir biasanya akan muncul di ambang pintu dengan sapaan khas "Halo cinta!" Jika ada teman cowok kami di ruangan itu, ia akan menyapa dengan kalimat, "Apa kabar suami gelap?" Sambil cengengesan.

Rambutnya dipotong shaggy pendek dan dicat pirang. Kulitnya gelap hasil berjemur ala bule, selalu memakai celana pendek, kacamata hitam, dan segambreng aksesoris. Meski penampilannya agak aneh, ia orang yang sangat baik dan suka melucu. Pada saya, ia selalu memberi tips kecantikan dan hubungan dengan pria.

Kepada saya ia selalu berkata begini, "Boru, kau harus jadi orang yang sabar dan banyak berdoa. Dan jangan putus harapan, oke. Tuhan pasti kasih kau yang terbaik." Dan ia tak pernah lupa bertanya dengan logat bataknya yang nyaring, "Apa kabarnya Sianipar itu bah?!"

Bagian diri saya yang Jawa, yang lebih lembut, membuat saya bisa berteman dengan Ria. Ia teman kost saya, orang Jogja asli yang terdampar di Jakarta dan sekarang menjadi calon diplomat yang siap ditempatkan Deplu di luar negeri. Ia tipikal orang Jawa yang tulus, pendengar yang baik dan tahu bagaimana harus memberi komentar ketika seseorang curhat padanya. Terkadang ia hanya mengiyakan jika saya butuh diiyakan. Tapi ia juga bisa memberikan masukan ketika saya menghadapi dilema. Ia pandai berdiri di tengah-tengah dan dari tempatnya berada itu ia memberikan solusi. Benar-benar diplomat sejati.

Hari ini, nun jauh di kota kecil yang sepi tempat saya tengah berada, saya kangen mereka berempat. Teman-teman cewek saya yang sangat sedikit itu, yang keberadaannya melengkapi saya.

Love you gals!
_________

Foto dari
sini

6 komentar:

  1. wak enno kepala preman..


    bisa cemen juga rupanya.
    oo oo oo



    :D
    jenguklah mok kalo kangen :)

    BalasHapus
  2. hahaha keren juga.

    kepala preman.

    si abang denny anak buahnya ya, kak?

    Tolong ya kak anak buah ditata-tertibkan tuh. Sukanya ngejek orang keren kek kita tuh kak. Biasalah orang sirik wkwkwkwkwk

    BalasHapus
  3. Wahahahaha, jadi ceritanya dulu preman ya Mbak? :D

    BalasHapus
  4. @denny: okelah dibilang kepala preman... tp soal cemen, bukannya situ yg mengidap penyakit tersebut? :P

    @freya: oh bukan, dia kacungnya kepala preman hahahaha....

    @tammy: :) juga

    @exalandra: preman? iya, abis ga lolos jd polwan, akhirnya milih oposisi aja hahahaha

    BalasHapus
  5. Mbak preman yang pandai menulis ... berkunjung mbak ... :)

    BalasHapus
  6. @mpey: hahaha...jarang2 kan yg kayak aku? :P

    BalasHapus

share us something