28 Maret 2011

2PM

selamat malam oldman.. :)

Beberapa hari ini,opss..saya ralat beberapa bulan ini saya merasa menjadi abegeh lagi. Tepatnya abegeh labil :lol: . Iyyaa, saya akui, saya ini pecinta Drama Korea, yang akhirnya berjangkit ke pecinta K-Pop yang kalo kata teman saya, saya ini sudah terjangkiti virus-virus abegeh jaman sekarang *whateverr..*.
Saya suka musik. Dari music Indonesia, Barat, Perancis , Jepang & akhir2 ini saya menyukai musik Korea. Buat saya selama musik itu enak didengar, bikin kita nyaman, mau bahasanya bahasa planet sekali pun saya akan tetap suka.
Tapi mengapa saya bilang saya seperti abegeh labil?? iyya,karena kebanyakan fans dari K-Pop itu sendiri adalah anak2 abegeh, sedangkan saya??
Err...wajah seh abegeh #uhukk tapi sumpah deh saya belom seperempat abad koq :p
Saya suka musiknya,saya suka tariannya yang energik,saya suka fashionnya dan tentu saja saya juga suka orangnya fufufuufu..
Dan ketika pertengahan bulan ini salah satu boyband korea datang ke Indonesia, saya pun dengan semangat mencari tiket GRATISAN-nya :P ,saya ga mampu belinya, mahal cyn!!.
Hasilnya saya berhasil mendapatkan tiket gratisan dan pada hari H nya saya ikut ngantri bersama para abegeh2 hanya untuk melihat idola kami lebih dekat. Iyya, kali ini saya bersedia jadi 'tempe' berdesak desakan, ngantri lama, kejepit sama orang2 yang lebih besar. Dan pengorbanan saya jadi 'tempe' pun ga sia2, karena 2PM malam itu begitu sukses menyihir saya menjadi seperti abegeh2 labil yang berjingkrak2 sepanjang konser :))
Ketika konser usai, saya pun hanya melongo karena kebingungan nyari jalan pulang :))





nah ini dia,yang bikin saya jadi muda kembali.
jadi, apa ada yang mau nonton K-Pop bareng saya??

PS : sepertinya saya doyan K-Pop yg sixpack #ihiik :P

18 Maret 2011

Preet

Saya rindu senyum ramah pengendara mobil ketika memberi saya jalan untuk menyeberang

Saya rindu para pengendara motor yang melambatkan lajunya sedari jauh untuk memberi saya kesempatan menyeberang

Saya rindu tukang parkir yang tanpa pikir panjang langsung menyebrangkan saya ketika jalanan ramai

Saya rindu para pengendara yang berjalan lurus, tidak zigzag dan membuat saya ketakutan 

Saya rindu pak polisi ramah yang langsung meniup peluitnya untuk menghentikan semua kendaraan ketika saya akan menyeberang

Dulu saya dapatkan itu

Sekarang? PREEEEEEEET

10 Maret 2011

missing..




beberapa minggu yang lalu,seorang kawan mencoret2 wall fesbuk saya..
"hi chie..pa kabar??kangen ikhh" tulisnya
lalu saya balas " alhamdulillah..baek2 saja ^^ "
"kamu kemana aja?koq ga pernah ada kabarnya??kamu sekarang kurang kejutan ahh"

"KURANG KEJUTAN"
itu yang membuat saya berfikir..apa iyya saya orangnya seperti itu???
dulu saya akui, saya selalu memberi kejutan kepada teman atau sahabat saya..misal
"eh..besok saya ke solo lho, ketemuan yuk..kangen" dan teman saya langsung melongo, makassar-solo bukan jarak yang dekat khan??
contoh yang lain..
"hehhe..iyya..saya lagi jatuh cinta ama orang yang usianya 10 tahun lebih tua"
dan teman saya tertawa...
" errr..saya jatuh cinta lagi..kali ini dengan mantan teman kita,jatuh cintanya pun didunia ga nyata"
teman saya langsung waswas
ahh..ga usah saya beritahu kejutan kecil lainnya,yang ada saya nanti malah curcol :))

Nah,saya akui, akhir2 ini saya memang jarang berkomunikasi dengan teman atau sahabat2 lagi,fesbuk saya pun minggu lalu sudah saya nonaktifkan, alasannya..fesbuk gregetnya sudah ga kaya dulu lagi *tsahh :))
dan sekarang saya hanya ngeblog *itu pun kadang2* dan twitteran.
saya memang jarang berkomunikasi dengan mereka, karena dulu biasanya kalo saya sms balasnya lama..dan disitulah saya mengambil kesimpulan..
they have their own life..mereka sibuk, jadi jangan terlalu sering diganggu.
itu menurut saya seh. Jadinya saya juga mulai sibuk dengan dunia saya sendiri.
Lalu, dengan seiringnya waktu, ternyata saya mulai nyaman dengan dunia saya sendiri.
saya kerja dimana..tinggal dimana..ngebolang kemana..pacar saya siapa..ada kejutan apa lagi dari chichi..pertanyaan itu akhirnya sudah jarang menghampiri saya..
dan ternyata, hal seperti itu menyenangkan.. :D :D

sampai hari ini, ketika saya memutuskan untuk mengaktifkan YM selama seharian penuh
tiba2 pertanyaan2 itu kembali bermunculan..dan saya hanya bisa jawab..
"iyya!!!saya hilang buat nyiapin kejutan untuk kalian semua.. BWAHAHAHAHHAAHHAA..!!!"


PS : kejutan itu bisa berupa kabar tentang saya maupun gosip dari mana2 :))

2 Februari 2011

Dare

The details are not the details, they make the design. -  Charles Eames.
---
Langit dibelah sore, menjadi berwarna mangga.
Dia berhitung cepat, matahari mengalah,
turun pentas, dan digantikan ratunya, bulan.

Merah muda,
disini kami punya bunga, yang putiknya berganti tiap pagi,
regenasi keindahan.
beraroma kuat, seperti mantra, seperti ratusan panah yang menyergap dari persembunyian,
tidak beracun, tapi membuai,
artinya itu lebih beracun.

disini kami punya pohon, yang tumbuh tidak biasa,
pohon nekat yang sejajar dengan tanah, atau boleh dikata demikian,
bongkok, dengan kepala mendongak ke langit,
menyangka dirinya hebat,
padahal perlahan daunnya habis dimakan musim.

disana,
kamu punya lampu merah,
yang menawarkan hijau, kuning, merah dalam hitungan detik,
gedung berjajar, kaca, beton, besi,
tanah yang dipermadani aspal cair yang mengeras untuk mengantarmu pulang,
jajaran papan reklame menyapa, minta dibaca,
haus perhatian.

disana,
kamu punya lantai batu dengan motif menarik,
marmer, granit, keramik, porselen?
yang rela diinjak dan ditimpa kamu, tidak melawan,
rebah karena posesif dengan kamu,
ratunya pulau itu.

diatas itu semua,
kita punya awan, langit, angin, matahari dan bulan yang sama,
awan yang sedang kami tiup lembut ke arahmu,
semoga dijalan dia berubah gelap, menjelma hujan,
dengan petir yang lantang, persis kesukaanmu.
angin, yang kalau dicermati seksama,
ditunggangi kicauan ratusan burung dan kokok ayam salah jam,
sebelum berubah menjadi bebunyian kaleng bermotor aluminium disana.

Lalu matahari bergerak senja,
menjadi serupa daging mangga,
jenis langit yang menganggumu,
bukan juga jenis langit kesukaanku.

sepanjang itu merah muda,
merinci fakta, menerjang peta, menghentikan waktu,
hanya untuk menyampaikan ini
: aku kangen kamu, sayang.

16 Januari 2011

Kawin Koboy


Beberapa minggu lalu, mama saya telfon untuk ngasih tau kabar sepupu saya yang akan menikah maret depan. Katanya, pernikahan mewah. Untuk honor EO nya saja hampir 100 juta. Belum ina inu ini itu. Katanya kami semua dibuatkan baju, biar seragam, biar terlihat kompak, kata bapaknya sepupu saya alias paman saya itu. Mendadak saya mendengar nada bicara mama berubah, "Mama sedih kamu dulu gak resepsi". 

Saya tau mama sebetulnya menginginkan pernikahan saya waktu itu dibuat resepsi, tapi beliau adalah orang yang sangat menghargai keinginan anaknya, dan anaknya yang ini kebeneran punya konsep yang berbeda untuk merayakan sebuah pernikahan. Jika paman saya diatas yang sangat materialistis melihat resepsi pernikahan adalah sarana dagang hidangan kawinan sehingga dia berasumsi dengan mengundang makin banyak orang dan relasi nya maka makin banyak pulalah isi pundi-pundi yang dipasang, saya beda. 

Ketika menikah, yang pertama ada di pikiran saya dan suami adalah kami tidak boleh menyusahkan orangtua dan siapapun. Semua dana, dan printilannya harus dari kami berdua, termasuk yang ngerjain segala persiapan. Dengan domisili si suami yang beda propinsi sama saya, tentulah saya sendiri yang akhirnya harus wara wiri kesana sini karena pernikahan diselenggarakan di tempat saya. Yang kedua, pernikahan buat kami adalah hal personal. Maka kami cuma mau membaginya dengan orang-orang yang secara personal dekat dengan kami. Orang-orang yang punya arti buat kami. Bukan orang yang akan datang ke kawinan buat sekedar pengen tau seberapa besar resepsinya atau seberapa mewah makanannya atau seberapa keren gaun pengantin kami lalu bergunjing setelahnya. Nope, orang-orang begini definetely gak diundang. Ketiga, buat kami, resepsi atau syukuran itu cuma simbol. Nah, karena itu cuma simbol, maka tidak begitu urgen rasanya kalo itu dibuat sampai bikin repot banyak orang. Dengan ketiga pertimbangan ini dan beberapa pertimbangan lain, maka saya dan suami sepakat untuk membuat segalanya sepraktis mungkin. Lamaran, akad, dan syukuran pada hari yang sama, dan pengajian dilakukan sehari sebelumnya. 

Beruntungnya saya karena persiapan pernikahan kami dibantu banyak temen saya. Katering dari mertuanya akunting kantor. Make up dikerjakan oleh temen saya yang penyiar juga. Foto dan video shooting dari anak-anak multimedia dan web designnya kantor, dan lain-lain. Memanfaatkan pertemanan banget lah hehehehe. Alhasil, kurang lebih 100 orang teman dekat saya berkumpul pada hari H, termasuk bos besar saya dan istrinya yang ditengah kesibukan mereka ternyata masih meluangkan waktu buat dateng ke syukuran kawinan saya yang sangat sangat sederhana.

 Pada hari H tidak ada itu penganten yang harus terpaksa senyum pada semua yang dateng sampe gigi kering saking kebanyakan yang diundang. Yang ada adalah senyum tulus teriring rasa terimakasih seorang kawan pada kawan-kawan tercintanya. Saya pun gak direpotkan dengan kebaya yang ribet dan make up berat serta harus beberapa kali ganti. Cuma satu kebaya putih sederhana, hasil jahitan Ci Ling Ling di Pasar Baru. Si suami juga merasa nyaman-nyaman saja dengan semua undangan karena yang diundang pun dari lingkaran pertemanan saya yang tentunya dia tau. Mama saya pada hari itu terlihat sangat santai, gak stres.  Keluarga suami juga gak terbebani apapun . Pokoknya semua santaai ciiin.

 Ketika selesai resepsi, saya bisa langsung melihat foto-foto kawinan bareng temen-temen saya dan semua terlihat senaang. Mulai dari proses pengambilan foto sampe eksekusinya menyenangkan. Kami harus bruyuk sana bruyuk sini nyari spot yang bagus buat dipotret karena kami gak pake pelaminan dan rumah saya segitu-gitunya.Alhasil, fotonya di tangga belakang rumah hahahaha. Lucuuu. Lalu gimana foto mantennya? berlatar belakang tembok kamar saya dooong hahahaha! Ketika melihat hasilnya, saya terharu karena semua yang berada di dalam foto adalah orang-orang yang saya cintai, bukan cuma orang yang saya kenal selewat lalu hayyeeuk. Bahkan bos besar saya yang disegani orang-orang se-corporate itu pun mau ikutan dipotret dan tersenyum dengan lebarnya. Indah.

Lalu apa yang paling berharga dari menggelar syukuran pernikahan yang sangat personal? kenangannya beda. Tidak ada kenangan soal pelaminan mewah dan indah serta foto-foto kinclong nan dramatis. Tidak ada cerita soal berapa dapet angpaw dan berapa sisanya setelah dikurangi hutang. Tidak ada cerita soal konsumsi yang habis sebelum waktunya daaan lain-lain. Yang ada, kenangan soal semua detilnya yang begitu membekas. Sampe sekarang saya masih inget waktu saya nge-cat sendiri seisi rumah, padahal itu 3 hari sebelum hari H. Masih inget juga waktu saya nangis di pangkuan mama karena bapak saya gak mau jadi wali nikah. Dan seperti masih segar di penciuman saya wangi rangkaian melati yang saya buat sendiri bareng mama  sampe kami harus begadang. Semuanya begitu bermakna.

Maka ketika saya lihat kembali foto-foto kawinan saya, saya bisa bilang, inilah resepsi yang saya kehendaki.

gambar dari sini

NB : Dan kenapa juga itu fotonya foto anak anjing? ah suka-suka saya doong hahaha