27 Februari 2010

kencan impian[ku]

Berhubung ntar malam adalah malam minggu, aku mau ngobrolin soal kencan yang dari dulu aku pengenin hehehe

Kalo aku dikasih kesempatan buat kencan, trus aku juga boleh milih mau kencan dimana & kayak apa, kayaknya aku pengen melakukan ini:

1. Pegangan tangan, persis kayak di gambar ini hehehe

2. Nonton film romantis *biar tambah berasa lagi kencan*

3. Pergi ke laut, trus ngobrol-ngobrol sambil liat ombak.

4. Makan kepiting, cumi-cumi, udang, pokoknya makanan laut gitu.

5. Trus pulangnya, di teras kost dia ngasih jam tangan *halah* sambil bilang, "Apapun yang terjadi, jangan pergi & tetap tinggal disampingku yak..."

Sekian, impian konyol ini. Terimakasih atas waktu yang telah Anda sia-siakan untuk membaca tulisan yang amat sangat ga penting ini hwahahaha

its only a beginning

AKU INGIN
-SAPARDI JOKO DAMONO-
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

Ketika cinta berlabuh ke hati, yang gue tahu adalah dunia tidak lagi terasa sama. Rasanya seluruh waktu di dunia gue runtuh dan kacau. Gue kehilang sistem kendali gue yang luar biasa atas hidup. Ada kekuatan bernama cinta yang bisa membuat seorang gue duduk termenung dan berdiam diri di antara lalu lalang kesibukan. Akibatnya yang paling terasa, otak menjadi lemot dan malas berpikir. Beberapa pekerjaan tidak terselesaikan dan dunia berjalan lebih lambat daripada biasanya.

Tetapi, yang paling menyenangkan dari semua ini adalah rasa bahagia yang bisa melawan segala macam masalah yang sedang gue hadapi. Gue yang cenderung emosi dan blak-blakan jadi bisa meredam semua emosi itu dengan tenang.
Lucu sekaligus aneh.

Maka ke khawatiran yang muncul adalah, apakah ini benar yang namanya cinta? Ataukah ini hanyalah rasa yang hanya hadir sesaat di atas euforia?
Gue enggak tahu akan dibawa kemana perasaan ini. Yang jelas ingin gue endapkan dulu agar berdiam lama di dalam hati. Sekaligus menguji, inikah yang gue cari selama ini? But, still, its only a one side love of me. :)


Ps: puisi di atas itu selalu berhasil membuat gue terharu ketika membacanya. rasa cinta yang besar dengan kesederhanaannya

24 Februari 2010

The-Not-Knowing-things

 
athazagoraphobia- is the fear of being forgotten (wiki things)
---
Apa yang selalu diduga orang terhadap saya, saya pikir 30% nya salah.
Banyak yang baca blog, terutama kaum remaja pria, menulis pesan pribadi di email, bertanya, setengah konsultasi cinta, dan bahkan membahas perempuan.
Tadi pagi saya buka email. ada 74 email baru.
13 diantaranya spam. 4 email notifikasi blog. 47 email dari jeng fesbuk. sisanya email forwad-an, dan 2 email pribadi yang benar-benar menyita perhatian saya.

Saya baca, saya urutkan logikanya, saya coba masuk ke pikiran anak 17 dan 19 tahun.
Remaja pria. dengan segala masalah cinta, jerawat, usaha ingin membentuk otot bisep,trisep dan perut, tugas sekolah yang minta ampun, dan guru cantik yang bikin deg-deg an.
Ketidak tahuan selalu membutakan.

Dulu saya pernah mengalami hal yang mirip. Memang tidak 100% sama. tapi lumayan mewakili.

17 tahun dan 19 tahun, masalahnya sudah bukan gigi susu yang tanggal, bukan tentang tes menyanyi lagu daerah, dan bukan tentang tergila-gila kartu basket atau dragon ball lagi.
Sedikit lebih kompleks, walaupun sama konyolnya.
Tentang perempuan.

Ya, di usia kurang dari 20. Perempuan memang Major Issue yang susah dipecahkan kompleksitasnya.
Kurang referensi, tidak ada bimbingan, dan bahkan tingkat pengetahuan para pendahulu (kaum pria) nya memang selalu jadi hambatan.
Karena ME, Esquire, atau FHM toh bukan perwakilan pembimbing yang agaknya pas.

Maka, ijinkanlah saya, mewakili para pendahulumu sekalian adek adekku dengan inisial F dan W yang telah bersurat kepada saya tertanggal 20 Februari dan 22 Februari, mencoba menjawab keresahan dan kegundahan hati kalian.
Beberapa tulisan setelah ini, memang tujuannya kepada remaja pria, dengan bahasa semampunya, maka diminta, supaya para wanita, terutama yang sudah dewasa, untuk tidak tertawa, menyumpah, atau mengucapkan kutukan dengan awalan avra ka'davra.

Q : apa yang dilakukan perempuan ketika dia menangis setelah putus?
A : saya jujur, tidak tahu, karena pertama, saya tidak punya kakak, adik, atau saudara perempuan yang serumah. Maka tepatnya apa yang mereka lakukan, jelas saya tidak melihat, karena ibu saya masih jalan dengan bapak saya, dimana itu artinya tidak putus, dan mudah-mudahan jangan sampai, maka jawaban yang pas adalah mungkin seperti ini : " berdasar referensi beberapa teman, program televisi dan majalah perempuan, mungkin mereka akan menyusun konspirasi dan rencana balas dendam dengan misalnya : ber-make up lebih eksotis, nge gym supaya lebih layak jadi cover esquire, atau malah tersedu-sedu dengan bantuan beberapa film korea, box tissue, didorong dengan beberapa batang coklat, dan mungkin beberapa cup ice cream vanilla coklat" . Well. sebaiknya memang kita membuat suatu riset terpelajar tentang hal ini. *sigh.

Q : pada usia berapa biasanya kita akan punya bulu kaki yang lebat, soalnya bulu kaki saya kurang lebat.
A : nah untuk hal ini sebenarnya relatif, karena saya tumbuh sejak awal SMU, sedangkan adik saya sudah menyerupai gorila di akhir SMP, maka dari itu memang tidak disarankan untuk menumbuhkannya secara artificial, karena di usia 27 tahun seperti ini, cukur mencukur itu bisa sangat menyita waktu dan mempersingkat waktu santai kita, selain karena, akhirnya bisa dibilang, bahwa beberapa wanita bahkan tidak suka dicium dengan kondisi kumis dan jenggot yang baru tumbuh. 

Q : umur brapa abang mulai pacaran? kok bisa ahli?
A : do i look like an expert to you?? *melotot... buset dah, pertanyaan nya terlalu pribadi, mengganggu, dan menjadikan saya aikon pacaran. hahaha... *komen yang LOL. Oke, dijawab dengan serius. Berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan, bisa disimpulkan bahwa frasa pacaran dalam hidup saya bisa dibedakan dalam 2 kategori, pertama, fase pacaran for the sake of  iseng, yaitu terjadi sekitar 3 kali, pada usia belum matang, antara 12 sampai 18 tahun. dan yang kedua, adalah pacaran in the term of relationship, terjadi 4 kali, antara rentang waktu 19 tahun sampai dengan sekarang, dengan 3 wanita menjadi trial and error, dan 1 wanita menjadi kandidat untuk bertahan 55 tahun kedepan.

ada 2 pertanyaan lagi sebenarnya, tapi terlalu pribadi, dan saya rasa kita memang harus menjadi fans Arsenal, karena MU yang kalian tawarkan sudah hambar untuk saya idolakan. hehehe...

Well, saya rasa demikian yang saya bisa tuliskan, semoga menjadi pertimbangan yang berguna.
Amen..

*lho kok amin.. hahahaha..
sudahlah, saya mau meratapi nasib saya yang jadi konsultan gratisan dulu..
* ya ya ya.. for the sake of all new born man.

20 Februari 2010

Terimakasih

Terimakasih yaa...
Untuk selalu ada saat kubutuhkan...

Terimakasih...
Untuk tidak mempertanyakan apa yang ingin kulakukan saat aku sedang tak ingin membaginya...

Terimakasih...
Untuk menerimaku tanpa syarat...

Terimakasih...
Untuk selalu membuatku merasa dirumahku sendiri...

Terimakasih...
Untuk kehangatan yang kau beri tanpa sadar...

Terimakasih...
Untuk senyum & canda yang kau beri saat aku sedang ingin jadi sari yang 'tak baik'...

Aku tak pernah bisa membencimu, untuk apa yang telah maupun yang belum kau lakukan padaku...

17 Februari 2010

Living in lies?

Postingan kedua saya dalam sehari.
I must've been inspired.

Dan benar. Saya terinspirasi untuk menulis LAGI setelah chatting-chatting dengan dedii saya yang ganteng sendiri itu (ngerayu minta dikirimi uang jajan). Setelah berbincang-bincang ngalor-ngidul (bahasa Jawa, maksudnya bicara tentang macam-macam), kami kembali mendiskusikan kenyataan bahwa saya itu takut ketagihan.

Atau seperti dedii bilang, "ketagihan ketakutan atas ketagihan itu".

Mungkin.

Saya jelaskan mengapa saya takut ketagihan. Saya takut bahwa kalau saya terlibat, saya terlanjur memiliki emotional attachment terhadap benda/orang itu, saya akan sakit hati dikala saya kehilangan.

"Berarti intinya kamu bukan takut ketagihan...tapi paranoid about losing", begitu kata dedii.

Dan itu mungkin alasan mengapa saya takut sekali menjalin hubungan baru (hubungan boy-girl, hubungan romantis, hubungan naksir-naksiran, whatever you call it).

Selama 18 tahun hidup saya, saya baru pacaran serius SATU kali. Gebetan ada beberapa, cinta monyet juga ada, TTM juga ada (btw, TTM itu bahasa Inggrisnya Friends With Benefits). Tapi kalo pacar yang benar-benar serius cuman satu. Ya, dengan orang itu.

Cerita singkatnya: Saya pacaran. Putus karena sama-sama lelah LDR (dan dia pacaran sama cewek lain pula). Saya maapkan, dan masih sayang2 dikit. Sempet balikan. Ealah ketauan ternyata dia itu THREE timing. Gak cuman two timing lho ya, 3! Artinya there's me, him, and 2 other girls. WOW)

Setelah itu, tiba-tiba banyak kebohongan dia yang terbongkar. Dan saya merasa ditipu.
Mulai dari saat itu, kepercayaan saya padanya hancur begitu saja.

Dan selama 1 tahun lebih kami berpacaran, ada kemungkinan bahwa dia tidak hanya pacaran dengan saya. Dan dari situlah ke-paranoid-an saya berkembang.

Seperti yang saya katakan sebelumnya...saya takut bahwa kalau saya terlibat, saya terlanjur memiliki emotional attachment terhadap benda/orang itu, saya akan sakit hati dikala saya kehilangan.

I swore to myself to never let the same thing happen to me again. Ever.

I swore to give in to love 100%.
Memang kedengaran salah, tapi ini precaution sebelum hati saya hancur lagi untuk kedua kalinya.

Maybe one of these days, if I met the right person, I'll give in.

Not for now. Don't wanna live another lie.