7 Januari 2010

Confession

Ehem..ehem...aku mau curhat nih...
Sebelumnya minta maap dulu nih, kalo curhatnya rada lebay. Biasalah...soal suka sama lawan jenis *mau bilang 'cinta' tapi malu* :P

Blom lama, aku menyadari kalo pelan-pelan mulai ada perasaan lebih ke dia. Lebih peduli, lebih kangen, & yang paling repot ini yang terakhir, lebih kepikiran. Padahal siy, ngarepnya ke-lebih-an duit hahaha

Masalahnya, dia ga pernah memasukkan aku dalam daftar cewek yang perlu dipertimbangkan huhuhu *ngusap mata & ingus...sroootttt*

Dia bicara soal cewek A yang PDKT, si B yang ga tahu malu, si C yang rese', etc. Ada beberapa diantara cewek-cewek fansnya itu yang katanya bakal dia pertimbangkan jika saja itu cewek lebih beradab. See... Padahal, menurutku, diantara cewek-cewek fansnya itu, aku yang paling memenuhi syarat *ngerapiin kerah baju, menyingsingkan lengan baju, mau macul* :P

Tapi, jangan suruh aku ngomong kalo aku suka ke dia lho yaa... Ga akan kulakukan. Aku memang ga bicara, tapi aku bertindak. Karena aku sayang sama dia, aku jadi lebih perhatian ke dia. Suka ga rela kalo dia melakukan sesuatu yang hanya bikin dia kelihatan ga baik. Suka sedih kalo dia menyakiti diri sendiri atas nama kesenangan sementara. Aku menjaganya seperti aku menjaga diriku. Itu caraku menyayangi dia.

Haduhhhh...LEBAYYYY... *LOL* :P

Trus solusinya gimana? Sementara ini, aku ga ngelakuin apa-apa. Biar sajalah, aku nikmati pelan-pelan. Toh, kalo udah jodoh ga bakal kemana. Tak kan lari gunung dikejar *emang gunung punya kaki?*

ps: Buat warga 'Old Man Says' yang merasa ngerti siapa 'dia' sebenernya, kumohon dengan sangat untuk tidak menyebutkan namanya disini *pasang tampang memelas*. Terimakasih yak...

6 Januari 2010

Hang Man


07.30 pagi saya masuk kantor. Biasa itu.
Kelar itu ngopi, briefing, internal meeting, kadang accounting meeting, masih biasa.
laporan setumpuk, telepon bunyi terus, fax menjerit, udah wajar.
Onal suronal nelpon???
nah ini pas kaya yang saya perlu.
Bisa buat obat diare. tapi bikin tensi naik.terpaksa yang asin-asin dikurangin.

teleponnya selama 30 menit.
yang dibahas 5 topik.
3 topik menyangkut pekerjaan.
1 tentang basa basi cuaca.
1 curhatan dia.
*ada gitu ya bos yang suka curcol?? adaaaa..... ni dia.

topik 1,2,3 kita skip skip dikit, kan rahasia perusahaan.. hahaha...
BO (bang onal-bimbingan ortu) :
jadi begini, minggu depan ada rakor kite (logat malaysie) di medan,you kena datang untuk itu, kite nak adakan konferens dengan staff jakarta, berkenaan dengan kasus penambang liar itu. Mengerti tak?
DG (denny ganteng) : yes sir. pasti datang saya.

BO : nah, selalunya mengerti ya cakap saye, awak kena catat itu, awak kan pelupa.
DG : *mulai gemes. ya, sir. saya sudah catat.

BO : merujuk pada prinsip first thing first laaah.. jangan lupa awak pun baca buku marketing strategy yang dibagikan kemarin, awak baca tak?
DG : saya baca kok pak.sudah hampir selesai.

BO : baguslah jadi awak bisa bagi saya tahu buku itu ceritakan tentang apa, saya belum tuntas baca, tak ada mase baca buku demikian tebal. 160pages. tebal memang. tapi baiklah kalo awak sudah bace itu. awak bisa bagi saye tahu apa yang dimahukan dari buku itu?
DG : *kupret mau nyontek ni.. panjang ceritanya pak. prinsipnya mirip dengan guerrila marketing.
BO : iyekeh?? guerilla marketing itu rupanye. kenapa die bikin buku tu panjang panjang tulis. tak gune. cakap banyak pun isi cuma guerilla marketing. awak pun kena paham ya itu buku.
DG : iya pak, *gak kayak lo gt kan??

BO : nah, selesai sudah saya punya bisnes dengan awak. lama sekali awak mengerti instruksi saye. kite sudah hampir 30 menit cakap, hasilnya sikit kali. Nah, saya nak keluar sama miss irene, nak makan lah, ke tempat cafe, saya nak belanje (red: traktir) die makan enak, saye nak bilang saye sukakan dia punya personality. Baiklah cukup, awak nanti jangan telepon saye sampai jam 1. Okey? mengerti? jangan telepon saya semase saya bercakap dengan miss irene. Itu adalah hal penting mengingat masa lunch demikian singkat. Okay? mengerti?
DG : ya pak. paham
BO : awak musti mengerti.. jangan salah paham
DG : *sompret!! mengerti pak. saya mengerti.
BO : baiklah. bye.

aarrgggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
itulah batu 30kg dari hati saya.

Learn Something


hold your head UP; take an unplanned road trip; be thankful; try everything once; color outside the lines; fall in love; embrace change; trust in yourself; do what you love; dance when everyone is looking; eat dessert first; be nice to everyone; send thank you cards; be the change you wish you see in the world; play in the rain; break the rules once a while;  do random acts of kindness; forgive even when it's hard; make time for family and love; dont count the minutes,count the laugh. - Anonymus
---
Dulu, dulu sekali, 1989, saya pernah jadi orang murtad.
Orang yang tahunya menyalahkan Tuhan.
SD kelas 3 atau 4 saya lupa, tapi sudah tidak percaya Tuhan, tidak berdoa.

back before 1989,
orang tua saya sangat berkecukupan, bahkan bisa dibilang berkelebihan.
sangat berkelebihan. sampai setiap lebaran kami memberi seragam baru untuk sekolahan SD di belakang rumah kami, masing masing anak dan guru 1 stel baju seragam baru. Ya, dari kelas 1-nya sampai kelas 6-nya.

agustus 1989, ayah saya ditipu orang. sahabat sendiri. dalam bentuk dollar dan aset perusahaan dan pribadi.
semua tergadai ke bank. ke orang-orang berdasi yang mukanya lurus ketika meminta kami pindah.
7truk-6 mobil kanvas-20 sepeda motor-2mobil pribadi-rumah-gudang-kantor.
Habis.

saya, bulan september, sudah bukan salah satu anak donatur terbesar di sekolah, tapi anak yang disantuni uang sekolahnya oleh guru,teman, dan yayasan sekolah saya.
saya, agustus itu, tidur di kamar bareng orang tua saya. 1 ranjang. kami ber4.
orang tua saya, saya, dan adik saya yang baru saja lahir mei 1989.
kami pindahan naik becak.
cuma punya 1 vespa biru tua, lemari pakaian, 2 kasur kapuk dan sprei.
orang tua saya sudah tidak memakai cincin kawin. bekasnya berupa kulit yang warnanya pucat.
kami makan nasi,kecap,kerupuk,atau telor. Paling banter ikan goreng.
saya sekolah pulang pergi jalan kaki.sering telat.jadi sprinter setiap telat.

saya jadi ugal ugalan. pulang sore jam 6. kadang itu kalau dipaksa jemput.
ayah saya jauh lebih pendiam. ibu saya jadi kurus. adik bayi saya? saya bahkan malas main sama dia.
keluarga besar kedua orang tua saya? entah kemana, menjauh,jauh,jauh, dan hilang, lenyap.
saya jarang bicara kepada orang tua saya. teman. atau guru lagi.
saya lebih senang menendang nendang bola ke tembok sendiri.
main basket sendiri. baca komik sendiri.

Malam natal. 24 Desember 1989.
Saya masih merajuk. Adik saya sudah tidur. saya merajuk di ruang tamu yang juga ruang keluarga, yang juga ruang makan. yang juga garasi motor.
saya ngantuk. mau tidur. panas di ruang ini. paling tidak di kamar ada kipas angin kecil.

Lalu disana mereka berdua.
berlutut di ujung kasur itu. Spreinya basah. Kepala mereka tertunduk. Tubuh ibu saya berguncang-guncang.
saya keluar kamar. Diruang tamu itu, saya diam diam menangis. diam diam berdoa.

...
jadi kalau ada yang tanya, kenapa saya bisa jadi orang yang sangat bersyukur atas segala sesuatu.
Jawabannya panjang.

3 Januari 2010

Jatuh (malu) Cinta

"Hai...namaku Z temennya kakakmu", dia tersenyum manis, menatap saya penuh percaya diri dan mengulurkan tangannya.

1 detik.
2 detik.
3 detik.
4 detik.
5 detik.
detik kesekian.

Saya tergagap, " eh..eh..ya...ajenk ", Tuhan jantung saya berdebug kencang. Saya jabat tangannya sekelebat saja. Akhirnya saya mengenalnya. Cowok yang dari semalam membuat saya memperhatikan dari jauh, mendengarkan-menguping lebih tepatnya- setiap pembicaraannya dengan mereka.

Bagus jenk, pasti kamu sekarang dicap sombong olehnya, pikir saya. Perut saya mulas seketika.

Dia tersenyum lagi, Tuhan ! kok rasanya jadi gak bisa gerak. Tetap saja begitu berdiri mematung berhadap-hadapan.

"Hei ! ngapain bengong ayo...cepetan", saya tersentak oleh tepukan keras kakak sepupu saya yang berlari meninggalkan saya di belakang. Ya, saya ditinggalkan bersamanya. Berdua. Berjalan jauh di belakang mereka.

Dia mengajak saya berbicara banyak hal mulai hobby, di mana saya bersekolah, sudah kelas berapa sekarang, makanan apa yang saya suka dan tidak suka. Saya menjadi pendiam, menjawab sesuai pertanyaan dan menanyakan kembali pertanyaan yang sama seperti pertanyaan yang diajukannya. Garing.

Jantung saya semakin berdebug kenceng. Gak bisa ini. Aku harus segera pergi, pikir saya. Menjauhi dia. Semakin saya mendengar dia berbicara semakin kacau rasanya. Pergi sajalah.

"Eh, aku duluan ya, mereka udah jauh tuh ntar kesasar lagi, daaah...", saya tetap menghadap ke dia berjalan mundur sambil berbicara, lalu berbalik arah dan bersiap lari.

GUBRAAKK !

Saya jatuh. Saya terjatuh tertelungkup hanya beberapa langkah darinya. Ya Tuhan, saya jatuh di depan cowok yang saya kenal hari ini, yang sedari tadi membuat saya berdebar-debar itu.

Hwaaaa....Malunyaaaaa.....http://www.emocutez.com



X.O.X.O,
Ajenk saat masih 14 tahun

2 Januari 2010

Thomas oh Thomas...


Holllaaaaa... MET TAON BARU !!! Semangat baru !!!

Aku mau cerita nih, salah satu rahasia yang jarang banget aku share, coz rada memalukan hehehe

Jaman aku masih sangat imut, waktu SMP, setiap temenku punya idola. Kebanyakan siy fotomodel, mau model dari luar *macam Andy Lau* ato yang produk lokal. Kebetulan...hmm.. *blushing* aku...akuuu...suka sama Thomas Djorghi *ngumpet dibalik pohon* :P

Perjuanganku untuk dapat foto dia, sangat norak. Aku surati *jaman dulu aku blom kenal email* sebuah agen model yang aku dapet di sebuah majalah remaja, bahkan aku mbayar untuk dapat foto dia. Sampe sekarang, foto dia juga masih ada. Biar aku inget kalo aku dulu pernah noraks hwahahahah *LOL*

Betewei, eniwei, busway.... Kok doi sampe sekarang blom merit yak? Mungkinkah dia menungguku? *kabur ke Zimbabwe*
:P

ps: maap yak, kalo fotonya kecil banget. Takutnya, ntar pada naksir *ngelirik Enno*